Presiden Prabowo Hadiri Sesi Retreat ASEAN di Cebu, Bahas Masa Depan Kawasan

0
92
KTT ASEAN
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Shangri-La Mactan pada Jumat (8/5). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan di antara para pemimpin negara Asia Tenggara.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Ferdinand Romualdez Marcos Jr. selaku tuan rumah penyelenggaraan KTT ASEAN ke-48. Setelah penyambutan, seluruh pemimpin negara ASEAN diarahkan menuju Platform Ocean Pavilion untuk mengikuti sesi foto bersama.

Momen kebersamaan para pemimpin ASEAN tampak mencerminkan solidaritas dan komitmen bersama dalam menjaga persatuan kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam sesi foto tersebut, Presiden Prabowo berdiri berdampingan dengan Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah dan Hun Manet.

Usai sesi foto, para kepala negara dan pemerintahan ASEAN melanjutkan agenda retreat untuk membahas berbagai isu strategis kawasan dan global.

Dalam pidato pembukanya, Presiden Marcos Jr. menyoroti situasi dunia yang saat ini dipenuhi ketidakpastian. Ia menegaskan bahwa konflik dan dinamika global memiliki dampak langsung terhadap negara-negara ASEAN karena keterkaitan antarnegara yang semakin erat.

“Kita berkumpul di saat ketidakpastian, saat peristiwa yang terjadi jauh di luar wilayah kita mengingatkan kita betapa eratnya keterkaitan kita,” ujar Marcos Jr.

Pada kesempatan tersebut, Marcos Jr. juga memperkenalkan kerangka LEAD, SAIL, dan RISE sebagai strategi terintegrasi ASEAN dalam memperkuat tiga pilar utama komunitas ASEAN.

Kerangka LEAD difokuskan pada penguatan komunitas politik dan keamanan berbasis aturan, SAIL diarahkan untuk memperkuat ekonomi ASEAN yang terintegrasi dan inovatif, sementara RISE menitikberatkan pada pembangunan komunitas sosial budaya yang inklusif dan berpusat pada masyarakat.

“Bersama-sama, kerangka kerja ini menerjemahkan visi jangka panjang ASEAN ke dalam tindakan yang saling memperkuat dalam hal perdamaian, kemakmuran, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Marcos Jr.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam sesi retreat tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran strategis dalam memperkuat soliditas ASEAN sebagai jangkar stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.