Presiden Prabowo Serukan ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Ketidakpastian Global

0
84
KTT ASEAN
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo pada Jumat (8/5).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti meningkatnya tekanan terhadap sektor energi akibat ketegangan geopolitik dan gangguan berkepanjangan pada jalur perdagangan global yang berdampak langsung pada negara-negara ASEAN.

“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa ASEAN harus bersiap menghadapi potensi gangguan jangka panjang dengan membangun ketahanan energi secara proaktif dan berorientasi masa depan.

“ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke masa depan,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, diversifikasi energi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan oleh negara-negara ASEAN. Presiden mendorong percepatan pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut meliputi pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, hingga pembangunan program tenaga surya berskala besar.

“Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun,” papar Presiden.

Melalui langkah tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan ASEAN.

Presiden Prabowo pun mengajak negara-negara ASEAN untuk mempererat kerja sama dalam membangun arsitektur energi kawasan yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika global yang terus berubah.