Festival Egrang Ledokombo, Upaya Jaga Kesehatan Mental Anak di Era Digital

0
121
Foto: Komdigi

(Vibizmedia – Jember) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai permainan tradisional egrang kian relevan di tengah tingginya intensitas kehidupan anak-anak di ruang digital.

Menurutnya, permainan fisik seperti egrang dapat menjadi “jeda” yang membantu anak menjaga keseimbangan emosi, memperkuat interaksi sosial, serta mendukung kesehatan mental di era serba digital.

“Permainan egrang bisa menjadi tombol pause dari derasnya arus aktivitas digital. Melalui permainan fisik, anak-anak belajar tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujar Nezar saat menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru, khususnya bagi anak-anak. Saat ini, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 80 persen populasi atau sekitar 230 juta pengguna.

Di balik tingginya konektivitas tersebut, Nezar menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan interaksi sosial secara langsung.

“Kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Banyak permainan tradisional mulai tergeser, namun egrang tetap bertahan berkat peran komunitas,” katanya.

Menurutnya, upaya melindungi anak di ruang digital tidak cukup hanya melalui regulasi platform, tetapi juga perlu didukung lingkungan sosial yang sehat dan ruang interaksi nyata.

“Egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak diajak berinteraksi langsung, belajar menjaga keseimbangan, bekerja sama, serta membangun keberanian melalui pengalaman,” tuturnya.

Ia menambahkan, permainan tradisional memiliki nilai pembentukan karakter yang kuat, karena mengajarkan anak untuk bangkit dari kegagalan dan saling mendukung.

“Tidak masalah jika jatuh saat bermain egrang. Yang penting bangkit kembali. Itu pelajaran penting untuk membentuk karakter anak sejak dini,” ujar Nezar.

Kementerian Komunikasi dan Digital pun mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya dan sosial yang membantu anak-anak tumbuh sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Nezar berharap generasi muda Indonesia tidak hanya cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan emosional dan kemampuan sosial yang baik.

“Saya percaya setiap anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, baik di dunia nyata maupun digital, demi masa depan Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.