Progres MRT Fase 2A Capai 59 Persen, Gibran: Sesuai Timeline

0
164
Wapres RI Gibran Rakabuming didampingi Menhub Dudy Purwagandhi meninjau proyek pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota, Selasa (12 Mei ). (Foto: Kemenhub)

(Vibizmedia – Nasional) Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Selasa (12/5). Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyusuri area konstruksi mulai dari Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.

Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran menyebut progres pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai 59 persen. Ia menjelaskan, jalur Bundaran HI hingga Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027, sementara koneksi hingga Stasiun Kota direncanakan rampung pada akhir 2029.

Menurut Gibran, pengembangan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan kawasan aglomerasi.

Wapres juga mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT MRT Jakarta dalam mempercepat pembangunan proyek tersebut. Ia menilai progres konstruksi berjalan sesuai target berkat kerja keras para pekerja di lapangan.

Sementara itu, Menhub Dudy mengungkapkan pembangunan MRT Fase 2A menunjukkan perkembangan positif. Segmen 1 rute Bundaran HI–Monas tercatat telah mencapai progres 80,47 persen, sedangkan segmen 2 Harmoni–Kota mencapai 51,04 persen.

Menurutnya, kehadiran MRT tidak hanya memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta, tetapi juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang efisien dan ramah lingkungan. Karena itu, ia berharap pembangunan proyek dapat terus berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal.

Menhub juga menekankan pentingnya menjaga kualitas konstruksi selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pengerjaan proyek tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar area konstruksi.

Sejak beroperasi, MRT Jakarta mencatatkan kinerja operasional yang positif. MRT Fase 1 rute Lebak Bulus–Bundaran HI telah melayani sekitar 47 juta penumpang per tahun. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna MRT Jakarta tercatat melampaui 11,5 juta pelanggan dengan tingkat ketepatan waktu yang tinggi.

Menhub berharap pembangunan MRT Jakarta dapat menjadi tonggak penguatan sistem transportasi massal perkotaan yang terintegrasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Pramono Anung, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.