Menuju Indonesia Menua, Kemenkes Dorong Kepedulian terhadap Lansia

0
57

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia (lansia) melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, Imran Pambudi, saat membuka sosialisasi HLUN 2026 secara daring pada Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Imran mengungkapkan bahwa sejak 2021 Indonesia telah memasuki era *aging population*, yang ditandai dengan jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas melampaui 10 persen dari total populasi.

Saat ini, proporsi lansia di Indonesia mencapai sekitar 12 persen atau setara 34 juta jiwa. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 20 persen pada 2045.

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah lansia juga diiringi berbagai tantangan kesehatan akibat proses penuaan, mulai dari penurunan kapasitas fisik, mental, dan sosial hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta sindrom geriatri.

“Penuaan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan gizi, masalah mental emosional, hingga penurunan fungsi yang berujung pada disabilitas dan ketergantungan,” ujarnya.

Peringatan HLUN yang jatuh setiap 29 Mei dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghormati, merawat, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi lansia.

“Setiap orang tentu ingin menjadi lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat,” kata Imran.

Tahun ini, HLUN mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”. Berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari kampanye media sosial, webinar, dialog bersama lansia, hingga gerakan partisipatif masyarakat melalui Gerakan Nasional Cinta Lansia bertajuk “30 Menit untuk Lansia”.

Selain itu, kegiatan juga mencakup sesi berbagi praktik pelayanan kesehatan terintegrasi serta berbagai program edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lansia.

Melalui rangkaian tersebut, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan semakin meningkat dalam menjaga kualitas hidup lansia di Indonesia.

Imran juga mengajak pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga keluarga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang penuh perhatian dan mendukung lansia tetap aktif serta produktif.

“Melalui HLUN ini, diharapkan tumbuh kebersamaan dan kepedulian dalam menjaga kualitas hidup lansia,” ujarnya.

Sosialisasi HLUN 2026 turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, dinas kesehatan daerah, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, organisasi pemerhati lansia, serta mitra internasional seperti WHO, World Bank, UNFPA, dan JICA.