BULOG Tembus Serapan 3 Juta Ton Beras, Rekor Baru Pengadaan Pangan Nasional

0
55
Beras
Ilustrasi Gabah/Beras petani dalam negeri. FOTO: BULOG

(Vibizmedia-Nasional) Perum BULOG kembali mencatatkan capaian bersejarah dalam pelaksanaan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani telah mencapai 3,01 juta ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun ini.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengelolaan pangan nasional. Dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target pengadaan tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi hingga seluruh insan BULOG yang bekerja secara intensif selama musim panen berlangsung.

“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, BULOG telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Rizal dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dalam memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

Keberhasilan penyerapan hasil panen juga berdampak langsung terhadap penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton, level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Ketersediaan stok yang kuat tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras, menyalurkan bantuan pangan, serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan pasokan akibat bencana maupun gejolak pasar global.

BULOG pun optimistis target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Optimisme itu didukung masih berlangsungnya musim panen di sejumlah sentra produksi padi nasional yang berpotensi menambah volume serapan dalam beberapa bulan ke depan.

Perusahaan pelat merah tersebut akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui penguatan koordinasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan hasil produksi dalam negeri terserap secara maksimal.

Menurut Rizal, capaian serapan 3 juta ton bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan keberhasilan kebijakan pangan nasional yang berpihak kepada petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.

“BULOG akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan mencapai 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Indonesia dinilai semakin kokoh menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global, sekaligus mempertegas peran BULOG sebagai instrumen strategis negara dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional.