Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Tiga Strategi Fiskal Jadi Penopang

0
66
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif dan dinamika geopolitik, perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat dalam meredam dampak risiko global. Ketangguhan ini ditopang oleh bauran energi nasional yang solid serta kebijakan fiskal yang dijalankan secara pruden. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam kuliah umum di Institut Pertanian Bogor, Jumat (29/05).

Juda menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam bauran energi, mulai dari minyak, gas, batu bara, hingga biodiesel dan bioenergi, yang memberikan ketahanan terhadap gejolak harga energi global.

Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan tiga strategi utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat dengan tetap mempertahankan disiplin fiskal dan stabilitas makroekonomi.

Pertama, pengendalian belanja negara melalui refocusing anggaran. Pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan inflasi dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi, sekaligus mengefisiensikan program seperti Makan Bergizi Gratis. Belanja negara juga difokuskan pada sektor produktif guna mendorong permintaan, produksi, dan penciptaan lapangan kerja.

Kedua, optimalisasi penerimaan negara dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas serta memperkuat sistem perpajakan melalui implementasi Coretax.

Ketiga, strategi pembiayaan yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, antara lain melalui penerbitan surat utang dalam mata uang alternatif seperti Samurai bonds (Yen), Dim Sum bonds (Renminbi), dan Kangaroo bonds (Dolar Australia).

Efektivitas strategi tersebut tercermin pada kinerja ekonomi kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ekonomi tercatat kuat di level 5,61%, inflasi terjaga pada 2,42%, defisit fiskal terkendali di 0,64% per April 2026, serta yield dan spread Surat Berharga Negara tetap stabil.

Juda menegaskan bahwa kombinasi indikator tersebut menunjukkan fundamental fiskal Indonesia yang tetap kuat, sekaligus membuktikan bahwa strategi kebijakan yang ditempuh berjalan efektif.