Bank Pakan Jadi Andalan, Kementan Jaga Ketersediaan Pakan Sepanjang Tahun

0
58
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau 2026 serta dinamika perubahan iklim yang berpotensi mengganggu ketersediaan hijauan pakan. Upaya ini bertujuan menjaga produktivitas ternak, menjamin pasokan protein hewani, serta memastikan keberlanjutan usaha peternakan sepanjang tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pakan merupakan fondasi utama dalam membangun sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat cadangan pakan, mengembangkan Bank Pakan, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal agar peternak tetap mampu berproduksi optimal di tengah tantangan iklim.

Selain meningkatkan populasi dan produksi ternak, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan pakan sepanjang tahun sebagai faktor kunci keberhasilan pembangunan peternakan nasional. Sistem cadangan pakan yang kuat diharapkan mampu memperkokoh sektor peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan protein hewani yang aman dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal, yang dapat berdampak pada ketersediaan hijauan pakan sebagai sumber utama pakan ternak.

Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Tri Melasari, menyampaikan bahwa pemerintah terus mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan pakan tetap terpenuhi, khususnya di daerah yang terdampak perubahan cuaca dan bencana.

Salah satu strategi utama yang diperkuat adalah pengembangan Bank Pakan, yaitu sistem penyimpanan pakan dalam bentuk silase dan hay yang dapat digunakan saat pasokan hijauan segar menurun.

Kementan juga mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian sebagai pakan alternatif, seperti jerami padi, tebon jagung, dan bahan lokal lainnya. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan ketersediaan pakan sekaligus efisiensi pemanfaatan sumber daya pertanian.

Penguatan cadangan pakan juga dilakukan melalui berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PKH. Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Gun Gun Gunara, menyebutkan bahwa pihaknya terus meningkatkan produksi silase dan memperluas areal hijauan pakan untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.

Saat ini, produksi silase di BIB Lembang telah mencapai 107,40 ton dengan rata-rata 21,48 ton per bulan. Pengembangan lahan hijauan juga terus dilakukan melalui penanaman tanaman pakan bernutrisi tinggi seperti jagung, rumput BH, dan Indigofera.

Upaya serupa juga dilakukan oleh peternak di daerah, salah satunya Achmad Wahyudin, peternak sapi perah asal Garut, Jawa Barat, yang mengembangkan sistem Bank Pakan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun. Sistem ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekitar melalui kemitraan penyediaan bahan baku silase.

Penguatan cadangan pakan ternak merupakan bagian dari agenda strategis Kementan dalam membangun sistem peternakan yang modern, adaptif, dan berdaya saing. Dengan ketersediaan pakan yang terjamin, sektor peternakan diharapkan semakin tangguh dalam menjaga pasokan protein hewani nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan iklim yang terus berkembang.