Lanjut Bearish, IHSG Kamis Siang Merosot ke Level 5.734

0
123

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Kamis siang ini (4/6), terpantau merosot tajam 206,810 poin (3,48%) ke level 5.734,256 setelah dibuka turun ke level 5.919.565.

IHSG bergerak bearish di sekitar 5,5 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah tensi geopolitik AS-Iran yang memanas lagi dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan ketiga indeks acuannya terkoreksi dari rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini anjlok tajam 0,54% atau 97 poin ke level Rp 18.040, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari posisi 2 bulan tertingginya di antara tensi perang yang memanas dan sempat mengangkat dollar sebagai safe haven.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.943, serta terpantau lanjut mencatat rekor intraday terendah yang baru lagi, bearish terus di minggu yang kesepuluh.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 21,501 poin (0,36%) ke level 5.919.565. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,000 poin (0,17%) ke level 586,550. Siang ini IHSG merosot 206,810 poin (3,48%) ke level 5.734,256. Sementara LQ45 terlihat turun 2,97% atau 17,470 poin ke level 570,080.

Tercatat saat ini sebanyak 63 saham naik, 683 saham turun dan 62 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,57%, dan Hang Seng yang merosot 1,46%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut bearish di sekitar 5,5 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah tensi geopolitik AS-Iran yang memanas lagi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan terkoreksi dari rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.287 dan 6.459. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,644 dan bila tembus ke level 5,563.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group