Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Tekanan Rupiah

0
68
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika pergerakan nilai tukar rupiah. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan, berbagai otoritas nasional terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi guna memantau perkembangan nilai tukar rupiah serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons dinamika global maupun domestik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid, yang tercermin dari berbagai indikator makroekonomi yang menunjukkan kinerja positif dan stabil.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang terkendali menjadi bukti bahwa perekonomian nasional memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan. Dengan fundamental yang kuat, Indonesia dinilai memiliki modal yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah pun optimistis bahwa koordinasi yang erat antarotoritas akan terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 mencerminkan kondisi ekonomi yang nyata dan didukung oleh aktivitas masyarakat di berbagai sektor.

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak hanya terlihat dalam data statistik, tetapi juga tercermin dari berbagai indikator ekonomi serta aktivitas masyarakat sehari-hari, seperti di pusat perdagangan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, sektor jasa, dan sektor usaha lainnya yang menunjukkan pergerakan ekonomi yang tetap baik.

Menurutnya, tingginya aktivitas ekonomi juga terlihat di berbagai wilayah, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta yang menunjukkan tingkat kunjungan yang tinggi di pusat perdagangan dan perbelanjaan. Kondisi serupa juga tampak di pasar tradisional yang tetap ramai.

Ia menambahkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, termasuk di kawasan wisata seperti Cipanas, Garut, yang dipadati wisatawan serta tingkat hunian hotel yang tinggi, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dan turut menggerakkan perekonomian.