Transformasi Digital Indonesia Diakui Dunia, Menkomdigi Terima Penghargaan Bergengsi

0
128
Berikut versi penulisan ulang yang lebih rapi dan mengalir: Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital, Wijaya Kusumawardhana, mewakili Menkomdigi Meutya Hafid dalam menerima penghargaan Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026 pada ajang Indonesia CIO 200 Summit 2026 di Jakarta. (Foto: CIOInsight)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meraih penghargaan Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026 dalam ajang Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global.

Penghargaan diterima oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital, Wijaya Kusumawardhana, yang mewakili Menkomdigi. Dalam kesempatan itu, Wijaya menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan serta penyelenggaraan forum yang mempertemukan para pemimpin teknologi dari berbagai sektor.

“Kami mengapresiasi penghargaan ini dan forum ini. Semoga dapat mendorong percepatan transformasi digital yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Global CIO Forum Indonesia Chapter dihadiri lebih dari 200 pemimpin teknologi dan digital dari berbagai sektor industri. Forum ini menjadi wadah kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat lahirnya pemimpin teknologi di kawasan Asia.

President Global CIO Forum Indonesia Chapter, Hendy Harianto, menyatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat kepemimpinan teknologi dunia seiring pesatnya perkembangan transformasi digital nasional.

“Tahun lalu, delapan pemimpin teknologi Indonesia tampil pada World CIO 200 Grand Finale tingkat global. Tahun ini kami menargetkan partisipasi yang lebih besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai emerging technology leadership hub di Asia,” ujarnya.

CEO dan Co-Founder Global CIO Forum, Ronak Samantaray, menilai komunitas memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem teknologi global.

“Kami percaya komunitas adalah kunci untuk bergerak bersama menuju masa depan yang lebih baik, melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan lintas negara,” katanya.

Dalam forum tersebut, isu peningkatan peran perempuan di sektor teknologi juga menjadi sorotan. Chief Information Technology Officer XLSMART, Yessie Yosetya, mengungkapkan bahwa keterlibatan perempuan di industri teknologi Indonesia masih tergolong rendah.

“Perempuan di sektor teknologi Indonesia masih di bawah 20 persen, dan yang mencapai level direksi hanya sekitar 8 persen,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Global CIO Forum Indonesia Chapter meluncurkan Women in Technology Initiative, yang menjadi inisiatif pertama di tingkat global. Dalam kesempatan itu, Yessie Yosetya, Nelly, dan Juliana Chen ditunjuk sebagai Women in Technology Ambassador.

Selain itu, forum juga menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial (AI) sebagai penggerak utama transformasi digital. Pakar teknologi Onno W. Purbo menyampaikan bahwa AI telah mengubah pola kepemimpinan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor.

Melalui Indonesia CIO 200 Summit 2026, para pemimpin teknologi berharap Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar digital terbesar di kawasan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta dan kepemimpinan teknologi yang mampu berkontribusi pada kemajuan industri digital global.