(Vibizmedia – Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Kesehatan menginisiasi penyusunan Health Satellite Account (HSA) sebagai instrumen untuk memotret kontribusi sektor kesehatan terhadap perekonomian nasional secara lebih komprehensif dan akurat.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyempurnaan HSA. Selama ini, penyusunan HSA masih terbatas pada sisi pengeluaran atau belanja kesehatan, sehingga ke depan akan diperluas berdasarkan hasil SE2026. “Nanti, berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2026, Health Satellite Account ini akan lebih kita lengkapi,” ujarnya dalam Sosialisasi SE2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa SE2026 merupakan “sensus ekonomi paket lengkap” karena mencakup seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari perusahaan besar hingga kegiatan ekonomi skala rumah tangga. Di sektor kesehatan, pendataan meliputi praktik dokter mandiri, klinik kecil, industri farmasi dan alat kesehatan, hingga kegiatan riset dan pengembangan (R&D).
Amalia menegaskan bahwa SE2026 bukan hanya sekadar pendataan, tetapi menjadi fondasi penting untuk membangun basis data ekonomi nasional yang lebih lengkap dan mutakhir. Ia juga memastikan bahwa kerahasiaan data responden tetap terjaga sesuai Undang-Undang Statistik dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.
Untuk memudahkan partisipasi masyarakat, BPS menyediakan tiga metode pengisian, yaitu secara daring (mandiri), melalui bantuan petugas dengan perangkat digital, serta formulir cetak di wilayah terbatas internet. BPS juga mengajak masyarakat menyukseskan SE2026 melalui gerakan “TIR: Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.”
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, menyatakan bahwa sektor kesehatan kini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang besar. Karena itu, data SE2026 diperlukan untuk memetakan kontribusi sektor tersebut secara lebih akurat.
Ia menjelaskan bahwa HSA akan mengintegrasikan data pembiayaan, investasi, hingga perdagangan produk kesehatan dari hulu ke hilir. Data ini diharapkan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan, termasuk mendukung Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK), memperkuat regulasi, serta mempercepat transformasi kesehatan nasional.
Kementerian Kesehatan juga akan memperkuat sosialisasi hingga tingkat daerah dan menerbitkan Surat Edaran untuk mendukung pelaksanaan SE2026. Pemerintah mengajak seluruh pelaku usaha sektor kesehatan untuk berpartisipasi aktif karena sensus ini hanya dilakukan sekali dalam sepuluh tahun.








