Kementan Percepat Tanam Padi Hadapi Risiko Kekeringan 2026

0
167
Ilustrasi: Petani sedang memanen padi dari area sawahnya. (Foto: Kementan)

(Vibiamedia – Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga produksi padi nasional selama periode Juni–September 2026 yang berpotensi menghadapi peningkatan risiko kekeringan. Upaya ini dilakukan guna memastikan pasokan beras tetap aman dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Inspektur Jenderal Kementan sekaligus Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Irham Warohian, mengatakan percepatan luas tambah tanam (LTT) menjadi strategi utama pemerintah untuk mempertahankan produksi padi di tengah dinamika iklim.

“Peningkatan luas tambah tanam harus dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan langkah percepatan tanam yang tepat, kami optimistis produksi padi tetap terjaga,” ujar Irham dalam Rapat Percepatan LTT Padi Periode Juni–September 2026 di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Kementan memprioritaskan percepatan tanam di 10 provinsi sentra produksi padi nasional, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayah tersebut memiliki kontribusi besar terhadap produksi beras nasional.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, TNI, serta berbagai instansi terkait. Pendampingan petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga terus ditingkatkan.

Selain mempercepat penyaluran bantuan pemerintah dan mengintensifkan Gerakan Tanam (Gertam), Kementan melakukan evaluasi distribusi pupuk bersubsidi agar kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu dan tepat sasaran.

Menghadapi potensi kekeringan, Kementan telah memetakan wilayah rawan terdampak dan memperkuat sistem peringatan dini. Optimalisasi sumber daya air dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, sumur dangkal, pompanisasi, perpipaan, serta sumber air alternatif lainnya.

Di sektor budidaya, petani didorong menggunakan varietas padi genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago, Inpari, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, dan Cakrabuana, sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Kementan optimistis berbagai langkah tersebut dapat menjaga target luas tambah tanam dan produksi padi nasional, sekaligus memastikan ketersediaan beras, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.