Stimulus Rp26,34 Triliun Digelontorkan, dari Bantuan Pangan hingga Diskon Transportasi

0
103
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 di tengah ketidakpastian global.

Paket kebijakan ini mencakup berbagai insentif, mulai dari perpajakan, diskon transportasi, bantuan pangan, subsidi bahan baku industri, hingga perluasan program magang dan pelatihan vokasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus mencermati dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi berdampak pada perekonomian nasional. Oleh karena itu, langkah antisipatif melalui stimulus ekonomi dinilai penting.

“Indonesia perlu menjaga kekuatan ekonomi domestik dan mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi berbagai risiko eksternal,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia menambahkan, paket stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang dirancang untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung dunia usaha.

Salah satu kebijakan baru yang diumumkan adalah penetapan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis, lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya yang berkisar 5–35 persen. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif.

Di sektor industri, pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia, bahan baku plastik, serta suku cadang pesawat. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi, menjaga inflasi, memperkuat sektor manufaktur, serta meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat (MRO). Nilai manfaatnya diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah melanjutkan program bantuan pangan selama Juli hingga September 2026 dengan target 33,24 juta penerima dan anggaran sekitar Rp17,54 triliun. Selain itu, disiapkan pula subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe jika harga melampaui acuan, dengan kuota 250 ribu ton.

Di sektor transportasi, pemerintah memberikan berbagai insentif pada masa libur sekolah dan periode Natal–Tahun Baru (Nataru). Diskon 30 persen diberikan untuk tiket kereta api dan kapal Pelni, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Total anggaran insentif transportasi untuk dua periode tersebut mencapai sekitar Rp1,54 triliun.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan pemerintah memperluas Program Magang Nasional 2026 dengan target 150 ribu peserta serta 220 ribu peserta pelatihan vokasi, termasuk sekitar 50 ribu pekerja terdampak PHK.

Program ini telah menunjukkan hasil positif. Dari 65.245 peserta pada 2025, sebanyak 84 persen menyatakan puas, 67 persen merasakan manfaat ekonomi, dan sekitar 30 persen memperoleh tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka magang.

Secara keseluruhan, alokasi stimulus terdiri atas Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan, Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi, serta Rp2,04 triliun untuk insentif transportasi.

Pemerintah berharap paket stimulus ini mampu menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.