Mendag Lepas Ekspor Gula Kelapa Banyumas ke AS Senilai Rp822 Juta

0
67
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Kamis (25/6) melepas ekspor sebanyak 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat. Pelepasan ekspor senilai USD 46 ribu atau setara Rp822,48 juta tersebut dilakukan di pabrik PT IMC di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ekspor ini didukung oleh penggunaan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B sebagai dokumen keterangan asal barang.

Mendag menyampaikan bahwa pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti gula kelapa Banyumas, dapat didorong melalui pemanfaatan berbagai fasilitas perdagangan. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk aktif mengikuti kegiatan business matching serta memanfaatkan SKA guna memperoleh tarif preferensi di negara tujuan ekspor.

“Kami ingin tumbuh bersama dalam meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing,” ujar Mendag.

Keberhasilan PT IMC menembus pasar global tidak terlepas dari optimalisasi berbagai fasilitas perdagangan. Perusahaan ini pernah mengikuti business matching virtual dengan pembeli dari Amerika Serikat, memperoleh mitra dari Jerman melalui fasilitasi ITPC Hamburg, serta berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2024 yang menghasilkan sejumlah peluang kerja sama.

PT IMC merupakan produsen gula kelapa yang beroperasi sejak 2012 dan telah mengekspor produknya ke 56 negara di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Perusahaan ini juga bermitra dengan sekitar 5.000 pemasok bahan baku dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.

Dalam aktivitas ekspornya, PT IMC telah memanfaatkan berbagai jenis SKA, antara lain Form B untuk tarif most-favored nation, Form AANZ untuk kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru, Form D untuk kawasan ASEAN, serta Form IJEPA untuk Jepang.

Untuk mempercepat penetrasi komoditas lokal ke pasar global, Kemendag terus mendorong pemanfaatan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara. Perwakilan ini memberikan pendampingan melalui business matching, promosi dagang, serta penyediaan ruang pertemuan dengan calon pembeli.

Sepanjang Januari–Mei 2026, Kemendag telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam 333 kegiatan business matching, yang terdiri atas 168 sesi presentasi bisnis dan 165 temu bisnis. Dari kegiatan tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai USD 193,88 juta, dengan produk unggulan seperti makanan olahan, rempah, hasil perikanan, kopi, cokelat, dekorasi rumah, sabun, cocopeat, produk plastik, dan minyak kelapa sawit.

Untuk memperkuat layanan ekspor, Kemendag juga telah meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru, termasuk di Banyumas. Dengan total 103 IPSKA yang kini tersebar di berbagai daerah, pelaku usaha diharapkan semakin mudah mengakses layanan ekspor.

Mendag juga menekankan pentingnya pemberdayaan petani melalui program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Menurutnya, ekspor tidak hanya dilakukan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga dapat berasal dari usaha kecil dan menengah di daerah.

Selain itu, pelaku usaha didorong untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 sebagai ajang promosi dan perluasan jaringan bisnis internasional.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menyambut baik dukungan Kemendag dalam mendorong ekspor daerah. Gula kelapa dinilai sebagai komoditas unggulan dengan potensi besar di pasar global, sehingga diperlukan ekosistem yang mendukung pengembangannya.

Direktur PT IMC menyampaikan bahwa sekitar 98 persen produksi gula kelapa Indonesia ditujukan untuk ekspor, dengan permintaan tinggi terutama dari Amerika dan Eropa. Produk ini dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung devisa negara.

Secara nasional, ekspor produk gula (HS 170290) menunjukkan tren peningkatan sebesar 9,61 persen sepanjang 2021–2025. Pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor mencapai USD 42,67 juta, tumbuh 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.