Kemenhub Percepat Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

0
189
Foto: Kemenhub

(Vibizmedia – Bandung) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, dengan merampungkan berbagai aspek teknis, operasional, serta keselamatan penerbangan. Seluruh kesiapan untuk melayani pesawat jet ditargetkan selesai pada 17 September 2026, dengan peluang percepatan sehingga bandara dapat mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026 sesuai arahan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa proses reaktivasi dilakukan berdasarkan kajian operasional dan penilaian keselamatan (safety assessment) secara komprehensif. Hal ini bertujuan memastikan seluruh standar keselamatan penerbangan terpenuhi sebelum bandara kembali beroperasi.

Ia menegaskan bahwa reaktivasi Bandara Husein Sastranegara akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kajian operasional dan safety assessment telah disetujui sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan berbagai persiapan, baik pada sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side). Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan Komandan Lanud Husein Sastranegara guna menyepakati jadwal pelaksanaan reaktivasi.

Namun demikian, terdapat sejumlah keterbatasan yang masih dihadapi, antara lain luas lahan bandara yang terbatas akibat kepadatan permukiman di sekitarnya, panjang landas pacu 2.220 x 45 meter yang tidak memungkinkan untuk diperpanjang, keterbatasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta penggunaan bandara secara bersama dengan TNI Angkatan Udara.

Untuk mendukung operasional pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320, Kemenhub menyiapkan peningkatan infrastruktur yang meliputi pelapisan ulang (overlay) landas pacu dan taxiway, rekonstruksi apron, peningkatan fasilitas terminal penumpang, serta peningkatan kapasitas layanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7.

Selain itu, kebutuhan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) beserta personel akan dipenuhi melalui mobilisasi aset yang sudah tersedia. Salah satunya dengan memindahkan kendaraan PKP-PK dari Bandara Kertajati setelah berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses reaktivasi tanpa harus melakukan pengadaan baru.

Kemenhub juga menyiapkan dua skenario operasional pasca pembukaan bandara. Pada tahap awal, Bandara Husein Sastranegara akan melayani pesawat ATR72-500, penerbangan bisnis, serta penerbangan carter. Selanjutnya, pada tahap berikutnya, bandara akan melayani pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan penerapan sistem slot management guna menjaga kapasitas dan keselamatan operasional.

Lukman menegaskan bahwa seluruh proses reaktivasi dilaksanakan dengan mengacu pada standar keselamatan penerbangan internasional. Koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar bandara dapat kembali memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi udara di Jawa Barat, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah. Langkah ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi, dan mendorong pemerataan pembangunan ekonomi antarwilayah.