KUR Hampir Rp150 Triliun, UMKM Didorong Manfaatkan Digital dan AI

0
146
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia melalui kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk memperkuat peran tersebut, Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terus menghadirkan kemudahan berusaha, memperluas akses pembiayaan—termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)—serta mendorong transformasi digital agar UMKM semakin berdaya saing dan mampu naik kelas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penyaluran KUR terus menunjukkan progres positif. Hingga 28 Juni 2026, realisasi KUR telah mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur, atau sebesar 50,83 persen dari target plafon tahun 2026 yang mendekati Rp300 triliun. “Capaian ini mencerminkan komitmen Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro bertema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Legal Terlindungi, Berdaya” yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Festival tersebut menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat usaha mikro melalui penyediaan akses perizinan, pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pelindungan hukum dan sosial. Berbagai kegiatan turut dihadirkan guna memperkuat sinergi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, serta pelaku UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing nasional.

Dalam kesempatan itu, Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah terus memperluas instrumen pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Selain KUR, tersedia pula pembiayaan ekspor melalui lembaga pembiayaan ekspor, kredit industri untuk sektor padat karya dan padat modal, termasuk sektor tekstil, produk tekstil, furnitur, kayu, serta sektor strategis lainnya.

Pemerintah juga untuk pertama kalinya meluncurkan KUR Perumahan dengan alokasi sebesar Rp50 triliun. Program ini dapat dimanfaatkan untuk renovasi rumah dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta dan ditargetkan menjangkau 100.000 unit rumah.

Di sisi lain, penguatan layanan bagi pelaku UMKM terus dilakukan melalui transformasi digital. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM), sebuah platform digital terpadu yang memudahkan pelaku usaha dalam mengakses berbagai layanan secara cepat dan terintegrasi.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan bahwa SAPA UMKM merupakan upaya untuk memberikan layanan optimal bagi pelaku usaha. Platform ini dikembangkan bersama Kementerian PPN/Bappenas sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup pendataan, pengembangan kapasitas usaha, pengurusan legalitas, hingga akses ke berbagai program Pemerintah.

Rangkaian kegiatan festival juga mencakup penyerahan sertifikat kepada 17 lembaga inkubator berpredikat Grade A, penandatanganan akad KUR massal bagi 350 pelaku UMKM dari tujuh lembaga penyalur, serta berbagai sesi sosialisasi dan lokakarya, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pengembangan usaha.

Airlangga turut mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan daya saing. Menurutnya, AI dapat digunakan untuk analisis pasar, identifikasi peluang baru, serta pemetaan potensi daerah sehingga membantu UMKM memperluas jangkauan bisnis. Selain itu, kesepakatan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN juga membuka peluang pasar digital kawasan yang lebih luas, didukung interoperabilitas sistem pembayaran seperti QRIS yang mempermudah transaksi lintas negara.

“Pemanfaatan AI untuk analisis pasar, pembukaan pasar baru, dan pengembangan potensi daerah harus terus didorong agar UMKM semakin adaptif dan kompetitif,” ujar Airlangga.

Melalui sinergi kebijakan, pembiayaan, dan transformasi digital, Pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin tangguh, produktif, serta mampu memperluas pasar hingga tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M. Riza Damanik, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Muhammad Saifulloh.

Kalau mau, saya bisa lanjutkan dengan membuatkan judul yang paling kuat untuk berita ini.