HUT RI ke-81, Pemerintah Siapkan Fondasi Transformasi Ekonomi Menuju 2027

0
36
Para pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berfoto bersama usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian)

(Vibizmedia – Jakarta) Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Semangat tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/8/2026).

“Hari ini, di lingkungan Kemenko Perekonomian, estafet perjuangan harus kita lanjutkan dengan mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa dan menyiapkan fondasi pertumbuhan jangka panjang untuk mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Setiap regulasi yang dirumuskan, setiap koordinasi yang dijalankan, adalah bentuk perjuangan nyata untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujar Airlangga.

Dalam amanatnya, Airlangga terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa yang melanda masyarakat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia mendoakan agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan serta pemulihan dapat berlangsung dengan baik.

Selanjutnya, Airlangga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam melanjutkan pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional. Di tengah dinamika geopolitik global, revolusi teknologi, termasuk perkembangan artificial intelligence (AI), serta perubahan iklim, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga ketahanan ekonominya.

Berbagai stimulus ekonomi yang dikoordinasikan pemerintah juga terus diarahkan untuk mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif tersebut. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen.

Di sektor investasi, realisasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.040,6 triliun dan mampu menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru. Selain itu, sebanyak 26 proyek hilirisasi telah dicanangkan dan saat ini tengah berjalan.

Penguatan kemandirian ekonomi juga dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk upaya mencapai kemandirian energi melalui penerapan biodiesel B50.

Di bidang perdagangan, diplomasi ekonomi terus diperkuat. Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang berlaku, sementara 13 perjanjian lainnya masih berada dalam tahap perundingan.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menetapkan 10 program transformasi untuk 2027. Sejumlah program tersebut membutuhkan koordinasi Kemenko Perekonomian, di antaranya Bursa Komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pusat Finansial Internasional Indonesia, development management, elektrifikasi kendaraan, serta program dwi kenegaraan terbatas untuk talenta istimewa dan keahlian strategis.

Menurut Airlangga, agenda transformasi ekonomi tidak dapat berjalan tanpa dukungan aparatur negara yang berkualitas dan berintegritas. Karena itu, seluruh jajaran Kemenko Perekonomian diminta menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Nilai tersebut harus menjadi landasan etika, integritas untuk menghadirkan kebijakan publik yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa,” tegas Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya yang dianugerahkan Presiden Republik Indonesia kepada 20 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kemenko Perekonomian. Penghargaan diberikan kepada para aparatur yang telah menunjukkan kesetiaan dan pengabdian selama 20 hingga 30 tahun.

Airlangga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para penerima penghargaan. Ia juga mendorong mereka untuk terus menjadi teladan bagi rekan kerja maupun generasi penerus.

“Pada seluruh jajaran Kemenko Perekonomian mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata agar kegiatan ekonomi berdampak untuk masyarakat Indonesia. Teruslah berkolaborasi untuk suksesnya program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia,” pungkas Airlangga.