TEI 2026 Jadi Peluang Emas, Pelaku Usaha Jatim Didorong Tembus Pasar Dunia

0
52
Foto:Kemendag

(Vibizmedia – Surabaya) Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha di Jawa Timur untuk ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026, pameran dagang internasional terbesar di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi TEI 2026 yang digelar di Surabaya pada Kamis (2/7), setelah sebelumnya diselenggarakan di Semarang pada Selasa (30/6).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa TEI 2026 menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperluas jaringan dan menjalin kontak langsung dengan buyer internasional.

“TEI membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menjadi ajang promosi efektif bagi produk unggulan Indonesia ke pasar global,” ujar Puntodewi.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid, menjelaskan bahwa TEI merupakan platform yang mempertemukan eksportir dan calon eksportir dengan pembeli mancanegara. Ia mendorong pelaku usaha di Jawa Timur untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan ekspor.

Menurut Miftah, Jawa Timur merupakan provinsi eksportir nonmigas terbesar kedua di Indonesia pada 2025, dengan produk unggulan seperti logam, perhiasan, turunan kelapa sawit, dan oleochemical. Oleh karena itu, partisipasi pelaku usaha dari wilayah ini dinilai penting untuk menunjukkan daya saing produk daerah di pasar global.

TEI ke-41 akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Tema ini mencerminkan posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan global dengan produk yang kompetitif, inovatif, berkelanjutan, dan berstandar internasional.

Pameran ini akan menghadirkan lima zona utama, yaitu Food, Beverage and Agriculture Products; Manufactured Products; Industrial Estate; Fashion and Craft; serta Furniture and Home Decor. Selain pameran, TEI 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti business matching, business counseling, forum bisnis, hingga penandatanganan kerja sama dagang.

Pemerintah menargetkan lebih dari 1.500 peserta pameran, 8.000 buyer dari berbagai negara, serta 30.000 pengunjung. Nilai transaksi ditargetkan mencapai USD 17,5 miliar, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Miftah berharap TEI 2026 dapat menjadi momentum untuk menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global. “Mari manfaatkan TEI sebagai peluang untuk mengakselerasi ekspor dan memperkuat ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah pelaku usaha yang pernah berpartisipasi turut membagikan pengalaman positifnya. Sri Astutik dari PT Sari Bhuwana mengaku berhasil menjaring buyer dari berbagai negara seperti Malaysia, Hong Kong, Turki, Arab Saudi, dan Mesir sejak mengikuti TEI pada 2021.

“TEI bukan hanya membuka peluang mendapatkan buyer, tetapi juga memberi wawasan pasar dan memperluas jejaring antar pelaku usaha,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan John Ricky Marsoedhi dari CV Rumah Jeddiah yang merasakan manfaat dalam memperluas jaringan, khususnya dengan buyer dari Timur Tengah dan Afrika.

Sementara itu, PT Behaestex juga memanfaatkan masukan buyer dari TEI untuk mengembangkan produk baru. Pada TEI 2026, perusahaan tersebut berencana menampilkan inovasi produk berupa kain sarung dengan konsep menyerupai Longyi, kain tradisional khas Myanmar.