Teknologi AI Siap Diterapkan di Sekolah Rakyat Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

0
44
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Malang, Jawa Timur)  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran di 178 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan bahwa solusi digital ini dirancang untuk membantu guru dan kepala sekolah dalam menyusun kurikulum, merancang pembelajaran, hingga melakukan evaluasi, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

Pengembangan sistem tersebut merupakan bagian dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diinisiasi Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi. Program ini menghubungkan talenta AI dengan kebutuhan nyata sektor publik, sehingga hasil pelatihan dapat langsung diimplementasikan.

“AITF tidak hanya mencetak talenta AI nasional, tetapi juga menghasilkan solusi digital yang relevan bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Bonifasius dalam kegiatan Demo Day dan Graduation Ceremony AITF Batch 1 Tahun 2026 di Universitas Brawijaya, Malang.

Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi contoh hilirisasi inovasi, di mana hasil pembelajaran peserta dikembangkan menjadi solusi siap pakai. Selain sistem pembelajaran untuk Sekolah Rakyat yang akan dimanfaatkan Kementerian Sosial, peserta juga mengembangkan sistem pendukung penyaluran bantuan sosial untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyampaikan bahwa teknologi AI akan membantu guru dan kepala sekolah dalam mengelola proses pembelajaran secara lebih efisien, mulai dari penyusunan materi hingga evaluasi belajar.

Ia menambahkan, sistem tersebut akan diterapkan di 178 Sekolah Rakyat dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemerintah juga akan memberikan pendampingan kepada lebih dari 5.000 guru dalam penerapan teknologi ini, dengan melibatkan talenta AI dari program AITF.

Ke depan, sistem AI ini akan diintegrasikan dengan Learning Management System Sekolah Rakyat guna mendukung peningkatan kecerdasan digital dalam proses pembelajaran. Kementerian Sosial menargetkan implementasi penuh dapat tercapai pada akhir 2026.

Melalui program AITF, Kementerian Komdigi berupaya membangun ekosistem talenta AI nasional yang terintegrasi dengan kebutuhan sektor publik. Penerapan AI di Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.