(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen Indonesia untuk menghapus stigma dan mempercepat eliminasi kusta di tanah air.
Dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global di Jakarta, Jumat (10/7/2026), Menkes menekankan bahwa kunci utama keberhasilan program ini adalah keberanian dalam menemukan sebanyak mungkin kasus di lapangan.
Menurutnya, stigma terhadap kusta masih kuat karena dipengaruhi ketidaktahuan di masa lalu. Penyakit ini, seperti tuberkulosis (TBC), telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan kerap dikaitkan dengan hal-hal nonmedis.
Menkes menjelaskan bahwa kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang masih satu famili dengan bakteri penyebab TBC. Ia menegaskan bahwa kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin selama 6 hingga 12 bulan.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus kusta baru, dengan temuan sekitar 14.000 hingga 15.000 kasus setiap tahun. Namun, angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena masih adanya kasus yang belum terdeteksi.
Untuk itu, Menkes meminta kepala daerah mengubah pendekatan penanganan dengan memperkuat deteksi aktif. Ia menegaskan bahwa rendahnya angka laporan bukan selalu mencerminkan keberhasilan, melainkan bisa menunjukkan lemahnya penemuan kasus.
Sebagai bentuk dorongan, Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan kepada Puskesmas yang paling aktif menemukan kasus kusta pada peringatan Hari Kesehatan Nasional 2026. Petugas dari Puskesmas terbaik juga akan diundang ke Jakarta dengan fasilitas perjalanan dari pemerintah, serta diharapkan pemerintah daerah dapat memberikan insentif serupa.
Selain pengobatan, pemerintah juga memperluas upaya pencegahan melalui pemberian profilaksis bagi keluarga yang tinggal serumah dengan pasien. Pemberian satu dosis obat Single Dose Rifampicin terbukti efektif mencegah penularan.
Menkes menegaskan bahwa pasien kusta yang telah mengonsumsi obat MDT tidak lagi menularkan penyakitnya, sehingga masyarakat tidak perlu takut atau memberikan stigma.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra global, Indonesia optimistis dapat mencapai target eliminasi kusta pada 2030 demi melindungi generasi mendatang.









