(Vibizmedia-Kolom) Sebuah rumah pedesaan di Inggris yang pernah menjadi tempat tinggal Putri Margaret, adik Ratu Elizabeth II, bersama suaminya, fotografer kalangan sosial Lord Snowdon, akan dipasarkan dengan harga £4,95 juta atau sekitar US$6,62 juta.
Rumah pedesaan yang telah berusia beberapa ratus tahun itu memiliki tujuh kamar tidur dengan luas sekitar 4.195 kaki persegi. Bangunan tersebut pernah menjadi lokasi pesta-pesta meriah pada era 1960-an sekaligus menjadi saksi memburuknya hubungan rumah tangga pasangan kerajaan itu. Properti ini dipasarkan melalui Blue Book Agency.
Amanda Walsh, pemilik rumah tersebut, mengatakan bahwa bangunan itu bukanlah rumah yang mewah. Menurutnya, Putri Margaret merupakan sosok yang sangat menjunjung tradisi kerajaan dan lebih menyukai kemegahan serta seremoni kehidupan di Istana Kensington dibandingkan pesona sederhana yang dimiliki rumah tersebut.
Lady Sarah Chatto dan David Armstrong-Jones, anak-anak Putri Margaret dan Lord Snowdon, tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Rumah tersebut berada di Desa Staplefield, County West Sussex, sekitar 38 mil di selatan pusat Kota London. Dahulu rumah ini merupakan bagian dari kawasan Nymans Estate yang dibeli Ludwig Messel, keturunan keluarga bankir Yahudi-Jerman yang kaya raya, pada dekade 1890-an.
Kawasan itu diwariskan secara turun-temurun selama empat generasi, sebagaimana dijelaskan dalam buku From Refugees to Royalty: The Remarkable Story of the Messel Family of Nymans karya John Hilary yang terbit pada 2021.
Lord Snowdon—yang sebelumnya dikenal sebagai Antony Armstrong-Jones sebelum bergabung dengan keluarga kerajaan dan memperoleh gelar bangsawan—merupakan cicit Ludwig Messel.
Saat menerima rumah tersebut pada 1958, ia telah memulai karier yang kemudian menjadikannya fotografer ternama. Pada tahun yang sama, ia menjalin hubungan asmara dengan Putri Margaret. Dua tahun kemudian, keduanya menikah di Westminster Abbey.
Tempat tinggal mereka di London adalah sebuah apartemen di Istana Kensington. Namun, sebagaimana tradisi keluarga kerajaan Inggris, mereka juga diharapkan memiliki rumah pedesaan. Sayangnya, pasangan itu memiliki pandangan berbeda mengenai lokasi rumah tersebut.
Putri Margaret lebih menginginkan pembangunan rumah baru di dekat Kastel Windsor, pilihan yang ditawarkan oleh Ratu Elizabeth II, sebagaimana disebutkan dalam buku Snowdon: The Biography karya Anne de Courcy yang terbit pada 2008. Sebaliknya, Lord Snowdon lebih memilih rumah di Staplefield, yang oleh de Courcy digambarkan sebagai sebuah pondok tua bergaya pedesaan yang sudah mulai lapuk.
Meski kondisinya jauh dari sempurna, Lord Snowdon mulai merenovasi rumah beserta lahan seluas 5,5 acre yang mengelilinginya. Banyak hasil renovasinya masih bertahan hingga kini, termasuk danau hias yang ia bangun serta sebuah kamar mandi yang dilapisi montase kliping surat kabar asli berisi berbagai peristiwa penting pada awal abad ke-20.
Memasuki pertengahan 1960-an, rumah tersebut menjadi salah satu tujuan akhir pekan paling bergengsi di Inggris. Dalam wawancara dengan majalah Hello! pada 2003, Lord Snowdon mengatakan bahwa tamu-tamu yang kerap menghabiskan akhir pekan di rumah itu antara lain balerina Margot Fonteyn, tokoh keuangan Sir Evelyn de Rothschild, komedian Peter Sellers, aktor Sir John Mills, serta penulis Edna O’Brien. Ia juga mengenang bahwa rumah tersebut merupakan tempat yang penuh keceriaan dan kebahagiaan meskipun suasananya sering kali sangat riuh.
Pada dekade 1970-an, Putri Margaret dan Lord Snowdon resmi bercerai. Setelah perpisahan itu, Lord Snowdon meninggalkan Istana Kensington dan menetap di rumah pedesaan tersebut.
Dalam wawancara yang sama pada 2003, Lord Snowdon menjelaskan bahwa ia memutuskan menjual rumah itu karena perjalanan bolak-balik dari London terasa terlalu melelahkan. Selain itu, ia menilai biaya perawatannya tidak lagi sebanding dengan frekuensi kunjungannya yang hanya sesekali. Lord Snowdon meninggal dunia pada usia 86 tahun pada 2017, sedangkan Putri Margaret wafat pada usia 71 tahun pada 2002.
Pemilik berikutnya adalah pasangan asal Inggris yang merupakan sahabat dekat Amanda Walsh dan mendiang suaminya, Brian Stewart. Walsh dan Stewart membeli rumah tersebut pada 2005.
Pemilik sebelumnya telah melakukan sejumlah pembaruan mendasar pada bangunan. Walsh dan Stewart kemudian melanjutkan renovasi dengan mengubah loteng menjadi dua kamar tidur tambahan beserta satu kamar mandi. Mereka juga mengganti sebagian dekorasi yang dianggap terlalu ramai dengan nuansa monokrom, memajang koleksi fotografi milik Stewart, serta memulihkan taman seluas 5,5 acre yang sempat terbengkalai dengan tetap mengikuti rancangan asli Lord Snowdon. Walsh mengatakan bahwa seluruh pekerjaan itu dilakukan sambil mempertahankan konsep lanskap yang telah dirancang Lord Snowdon.
Brian Stewart meninggal dunia dua tahun lalu. Walsh mengatakan bahwa ia kini memutuskan pindah ke London agar lebih dekat dengan keluarga dan teman-temannya. Menurutnya, tinggal di London akan membuatnya tetap merasa muda.
Theo James-Wright dari Blue Book Agency, agen yang menangani penjualan rumah tersebut, mengatakan bahwa sejarah panjang properti itu diyakini akan menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli. Ia menambahkan bahwa semakin banyak pembeli yang mencari rumah dengan karakter kuat dan nilai sejarah yang jelas, tetapi tetap dalam ukuran yang mudah dikelola dan nyaman untuk dinikmati.
Sekilas tentang Putri Margareth
Princess Margaret adalah anggota keluarga kerajaan Inggris yang lahir pada 21 Agustus 1930 dan wafat pada 9 Februari 2002. Ia merupakan putri kedua dari Raja George VI dan Ratu Elizabeth (kemudian dikenal sebagai Queen Elizabeth The Queen Mother), serta adik satu-satunya Queen Elizabeth II.
Sejak kecil, Margaret hidup di bawah sorotan publik. Ketika ayahnya naik takhta pada 1936 setelah pengunduran diri Raja Edward VIII, Margaret menjadi putri kerajaan. Saat Elizabeth II menjadi ratu pada 1952, Margaret tetap menjadi salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling dikenal masyarakat.
Margaret terkenal karena kepribadiannya yang lebih bebas dan glamor dibanding sang kakak. Ia aktif menghadiri berbagai acara sosial, seni, dan budaya, sehingga sering menjadi pusat perhatian media pada era 1950-an hingga 1970-an. Gaya hidupnya yang elegan, kecintaannya pada seni, serta pergaulannya dengan kalangan seniman, fotografer, aktor, dan bangsawan membuatnya menjadi ikon sosial pada masanya.
Kehidupan pribadinya juga kerap menjadi pemberitaan. Pada awal 1950-an, ia menjalin hubungan dengan Group Captain Peter Townsend, seorang perwira Angkatan Udara Inggris yang telah bercerai. Karena aturan Gereja Inggris dan pertimbangan konstitusional saat itu, hubungan tersebut tidak dapat berlanjut ke pernikahan. Kisah cinta itu menjadi salah satu peristiwa paling banyak dibicarakan dalam sejarah modern keluarga kerajaan Inggris.
Pada 1960, Margaret menikah dengan Antony Armstrong-Jones di Westminster Abbey. Pernikahan mereka disiarkan melalui televisi dan ditonton jutaan orang di seluruh dunia. Setelah menikah, Armstrong-Jones memperoleh gelar Earl of Snowdon atau lebih dikenal sebagai Lord Snowdon.
Pasangan tersebut memiliki dua anak, yaitu David Armstrong-Jones dan Lady Sarah Chatto. Namun, hubungan rumah tangga mereka memburuk dan berakhir dengan perceraian pada 1978. Perceraian itu menjadi perceraian kerajaan pertama dalam keluarga dekat raja Inggris sejak lebih dari empat abad.
Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, kesehatan Margaret terus menurun akibat beberapa kali mengalami stroke dan masalah kesehatan lainnya. Ia meninggal dunia pada usia 71 tahun pada 9 Februari 2002.
Hingga kini, Putri Margaret dikenang sebagai salah satu tokoh kerajaan Inggris yang paling kompleks. Ia dikenal karena pesona, selera seni, serta kehidupan pribadinya yang sering menjadi perhatian publik. Kisah hidupnya juga menjadi inspirasi berbagai buku dokumenter dan serial televisi, termasuk penggambaran karakternya dalam serial The Crown.









