Bangun SDM Unggul, KEK Singhasari Jalin Kerja Sama dengan IIM Bangalore

0
64
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Transformasi ekonomi menuju pertumbuhan tinggi dan berkelanjutan membutuhkan ekosistem investasi yang didukung oleh sumber daya manusia unggul, inovasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, pemerintah terus mendorong pengembangan talenta berdaya saing global sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.

Dalam kerangka tersebut, pemerintah juga mengarahkan transformasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak hanya sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga sebagai pusat inovasi, pendidikan, riset, dan pengembangan talenta. Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KEK Singhasari dan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore yang disaksikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Susiwijono menegaskan bahwa mempertahankan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Untuk mencapai target 8 persen, Indonesia membutuhkan investasi yang lebih besar, peningkatan produktivitas, inovasi yang kuat, serta sumber daya manusia dengan daya saing global.

Ia juga menambahkan bahwa arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital sebagai prioritas nasional. Karena itu, kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Peran KEK pun terus berkembang. Hingga triwulan I 2026, KEK di Indonesia telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp353,3 triliun, menyerap 266.688 tenaga kerja, serta menampung 471 pelaku usaha di 25 kawasan.

Sebagai KEK pertama yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi, KEK Singhasari memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta bertaraf internasional. Setelah menjalin kerja sama dengan King’s College London, KEK Singhasari kini menggandeng IIM Bangalore, salah satu institusi pendidikan manajemen terkemuka di Asia.

Kolaborasi ini menandai transformasi KEK dari kawasan industri menjadi ekosistem terintegrasi yang menggabungkan investasi, pendidikan, teknologi, riset, dan pengembangan talenta guna menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

Kerja sama dengan IIM Bangalore juga melengkapi berbagai inisiatif kolaborasi Indonesia–India di KEK Singhasari, termasuk melalui Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor. Hal ini semakin memperkuat hubungan strategis kedua negara di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan teknologi. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia–India mencapai USD23,2 miliar, sementara periode Januari–April 2026 tercatat sebesar USD7,9 miliar.

Susiwijono menyampaikan optimisme bahwa kemitraan ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, serta memperdalam kolaborasi antara akademisi dan industri, sehingga manfaat pengembangan KEK dapat dirasakan dalam bentuk peningkatan kualitas talenta dan peluang yang lebih luas bagi generasi mendatang.