Pemerintah dan Epson Bahas Strategi Perkuat Ekspor Produk Elektronik

0
261
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong industri padat karya untuk meningkatkan kinerja ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia. Dalam upaya tersebut, Kementerian Perdagangan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri berorientasi ekspor guna memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional.

Hal ini disampaikan Mendag saat menerima perwakilan Seiko Epson Corporation dan PT Indonesia Epson Industry di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (14/7). Delegasi dipimpin oleh Yamada Yoichi selaku Chief Operating Officer Printer Office & Home Solutions Operations Division. Pertemuan tersebut menjadi ajang dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk membahas penguatan ekspor produk elektronik nasional sekaligus menyerap berbagai masukan terkait hambatan yang dihadapi eksportir.

Dalam kesempatan itu, Mendag mendorong Epson agar lebih optimal memanfaatkan perjanjian dagang Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperjuangkan agar produk manufaktur, khususnya yang padat karya, mendapatkan tarif yang lebih kompetitif di pasar tujuan.

Saat ini, Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang berlaku, 15 dalam tahap ratifikasi, serta 11 lainnya masih dalam proses negosiasi. Mendag berharap berbagai kesepakatan tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri, termasuk Epson.

Mendag juga menyambut positif rencana ekspansi pasar Epson ke kawasan Afrika dan Timur Tengah. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Melalui jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara, Kemendag berkomitmen membantu eksportir mengatasi berbagai kendala di pasar tujuan.

Di sisi lain, Yamada Yoichi mengapresiasi dukungan Kemendag dalam mendorong ekspor perusahaan serta menyampaikan sejumlah masukan, terutama terkait kelancaran logistik dan kepastian regulasi yang mendukung iklim usaha.

Menanggapi hal tersebut, Mendag menegaskan bahwa Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kebijakan perdagangan mampu mendorong ekspor sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku industri.