Mengenal Norwegia, Negara Termakmur di Dunia

0
109
Norwegia (Foto:: Lachlan Gowen)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Secara konsisten Norwegia selalu bertengger di papan atas sebagai salah satu negara paling makmur, aman, dan bahagia di bumi. Dengan dana abadi (Sovereign Wealth Fund) terbesar di dunia yang bernilai ribuan triliun dolar, secara teori, hidup di Norwegia menjadi impian semua orang.

Namun, pada kenyataannya di balik angka-angka statistik yang sempurna itu, ada realitas harian yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Bagi orang luar—bahkan sebagian warganya sendiri—Norwegia sering kali dicap sebagai negara yang paling aneh dan tidak masuk akal.

Kaya Raya dengan Gaya Hidup Sangat Hemat

Bayangkan saja, negara sekaya Norwegia ini tidak dipenuhi oleh mereka yang pamer kemewahan. Sebaliknya di negera ini berlaku sebuah budaya tidak tertulis yang disebut Janteloven (Hukum Jante). Ini adalah suatu norma budaya Nordik yang pada intinya mengajarkan bahwa “engkau tidak lebih baik dari orang lain.” Jadi jika menampilkan kekayaan secara mencolok dianggap tabu dan memalukan.

Itu sebabnya seorang menteri, bos perusahaan besar, hingga buruh pelabuhan bisa saja naik bus yang sama atau mengendarai sepeda ke tempat kerja. Tata cara hidup dengan kerendahan hati ini menjadi hal yang harus diikuti secara sosial. Walau pada akhirnya sering terasa membingungkan bagi budaya luar yang mengagungkan kesuksesan finansial.

Negara Produsen Minyak yang Menjauhi Mobil Bensi

Ini adalah salah satu paradoks terbesar Norwegia. Kemakmuran luar biasa yang mereka miliki hari ini disokong oleh penemuan cadangan minyak raksasa di Laut Utara pada tahun 1969. Namun, apa yang mereka lakukan dengan uang minyak tersebut? Mereka menggunakannya untuk mendanai transisi hijau.

Norwegia adalah pasar mobil listrik (EV) terbesar di dunia secara proporsional. Pemerintah memberikan insentif luar biasa besar untuk EV, sementara mengenakan pajak yang sangat “menyiksa” bagi kendaraan berbahan bakar bensin. Alhasil, negara yang kaya karena minyak justru menjadi negara yang paling tidak ingin mengonsumsi minyaknya sendiri untuk transportasi.

Harga Barang yang Sangat Tinggi

Memiliki banyak uang di Norwegia bukan berarti Anda bisa berfoya-foya dengan mudah. Biaya hidup di sana luar biasa mahal karena pajak yang sangat tinggi (PPN standar mencapai 25%).

Mari kita lihat beberapa contoh harga yang dianggap tidak masuk akal bagi turis. Untuk mendapatkan secangkir kopi biasa Anda harus membayar sekitar Rp90.000 – Rp120.000.

Makan siang sederhana di kafe bisa menembus Rp350.000 per orang. Hal lainnya adalah tingginya pajak alkohol yang sangat ekstrem dengan tujuan menekan angka kecanduan. Membeli segelas bir di bar bisa mencapai Rp150.000 lebih. Bahkan ada candaan populer bahwa warga Norwegia yang tinggal di dekat perbatasan akan berbondong-bondong berkendara ke Swedia hanya untuk membeli daging dan sembako yang harganya jauh lebih murah.

Gaji Tinggi, Tapi “Dipotong” Habis-habisan

 Di Norwegia, kesenjangan pendapatan sangat kecil. Seorang dokter spesialis dan seorang petugas kebersihan tidak memiliki perbedaan gaya hidup yang ekstrem. Hal ini dikarenakan ada sistem pajak progresif.

Semakin tinggi penghasilan Anda, semakin besar potongan pajaknya (bisa mencapai di atas 40-50%). Uang pajak ini memang dikembalikan dalam bentuk fasilitas kesehatan gratis, pendidikan gratis hingga universitas, dan jaminan sosial yang luar biasa. Namun bagi penganut paham kapitalisme murni, sistem ini sering dicap “tidak masuk akal” karena dianggap kurang menghargai kerja keras individu yang ingin menjadi konglomerat.

Toko Tutup di Hari Minggu dan Aturan Ketat Jam Kerja

Di saat negara-negara maju lain berlomba-lomba menerapkan ekonomi 24/7, Norwegia justru sangat kaku soal waktu luang. Berdasarkan hukum (Brustadbua), hampir semua toko ritel dan supermarket wajib tutup pada hari Minggu. Hari Minggu adalah waktu murni untuk keluarga dan alam (Friluftsliv).

Jam kerja di Norwegia juga sangat dihormati. Jika jam kerja selesai pukul 16.00, maka kantor akan kosong dalam hitungan menit. Lembur adalah hal yang tidak biasa dan bahkan bisa dianggap sebagai tanda bahwa Anda tidak efisien dalam bekerja.

Apa yang Tidak Masuk Akal adalah Kunci Keberhasilan

 Pada akhirnya, apa yang dianggap “tidak masuk akal” oleh dunia luar sebenarnya adalah kunci rahasia dari stabilitas Norwegia. Mereka menukar ambisi kemewahan individu dengan kesejahteraan kolektif.

Norwegia membuktikan bahwa menjadi negara termakmur bukan tentang seberapa banyak mobil sport yang ada di jalanan, melainkan seberapa aman dan tenangnya seorang warga negara menjalani kehidupan sehari-hari mereka.