Presiden Gelar SKP Pertengahan 2026 untuk Tinjau Capaian Pemerintah

0
94
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebagai forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus menilai capaian menjelang tahun kedua masa pemerintahannya. (Foto: BPMI Setpres)

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), sebagai ajang evaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus menilai capaian menjelang tahun kedua masa pemerintahan.

Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa sidang pertengahan tahun ini merupakan bagian dari penilaian kinerja kabinet sebelum penyampaian pidato kenegaraan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hari ini saya sengaja menggelar Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026, menjelang 17 Agustus 2026. Secara tradisi, Presiden menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum peringatan kemerdekaan untuk melaporkan kepada seluruh bangsa apa yang telah dikerjakan selama satu tahun,” ujar Presiden.

Ia menambahkan, pemerintahan saat ini telah memasuki fase awal tahun kedua setelah hampir dua tahun menjalankan mandat rakyat.

“Kurang tiga bulan lagi kita memasuki tahap tahun kedua. Waktu berjalan sangat cepat, dan sidang ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi apa saja yang telah kita kerjakan,” lanjutnya.

Presiden menilai, dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir, pemerintah bekerja dengan intensitas tinggi untuk merespons berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Sejumlah kemajuan telah dicapai, meski masih ada persoalan yang perlu terus dibenahi.

“Sering kali karena kita bekerja sangat keras dan padat, kita tidak sepenuhnya menyadari seberapa banyak capaian yang sudah diraih dalam dua tahun pertama ini,” katanya.

Di tengah dinamika global yang tidak menentu, Presiden menekankan pentingnya sikap optimistis dan tanggung jawab seluruh jajaran pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat.

“Kita semua di sini adalah pemimpin—baik pemimpin politik, teknokrat, budaya, maupun masyarakat. Kita diberi mandat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Karena itu, kita tidak boleh takut pada tantangan, kesulitan, atau keterbatasan,” tegasnya.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah memahami berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Ia meminta seluruh anggota kabinet terus bekerja dengan semangat, disiplin, dan fokus pada solusi nyata yang berdampak langsung bagi rakyat.

Menurutnya, mandat rakyat harus dijawab melalui kebijakan yang konkret dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa.