Pesona Mega Safari, Nakuru Lake National Park, Kenya

0
42
Pemandangan di taman nasional Nakuru Park, Kenya (Foto: Julius Leonard)

(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Keberuntungan? Ya, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan penulis ketika berkesempatan mengunjungi Kenya, negara yang penuh dengan kemewahan safari kelas dunia.

Penulis akan mencoba  meng-eksplorasi keindahan taman nasional danau Nakuru, yang merupakan salah satu dari lima besar taman safari terbaik di Kenya.

Perjalanan dimulai dengan melakukan registrasi ke pihak pengelola Lake Nakuru National Park Day Trip, lengkap dengan penyewaan mobil safari beserta tour guidenya. Untuk harga tiket masuk memang terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara Kenyan resident dengan turis asing. Biayanya hampir satu juta rupiah per orang untuk turis asing, diluar biaya sewa mobil dan guide yang bervariasi harganya. Mulai dari 3,5 juta – 6 juta rupiah. Mata uang ini sudah penulis konversikan dari Shilling ke rupiah. Tergantung dari jenis mobil yang digunakan dan jumlah hari safarinya. Untuk penuiis sendiri, penulis memilih menggunakan one day trip dengan mobil engkel atap terbuka. Namun jika Anda adalah seorang petualang dengan jiwa advanture yang sporty,  boleh saja memilih mobil jeep seperti Range Rover atau lainnya.

Untuk mendapatkan view dan spot-spot yang bagus tentang keberadaan satwa liarnya, maka pengunjung diarahkan untuk bisa berangkat sebelum matahari terbit, kira-kira pukul 5.30 pagi, karena matahari akan terbit melintasi dua belah bukit yang seakan-akan perlahan keluar dari belahan kedua bukit tersebut. Sungguh sebuah pemandangan yang luar biasa.

Setelah menikmati keindahan terbitnya matahari kami melanjutkan perjalanan menuju kawanan kerbau Afrika. Dalam perjalanan menuju spot kerbau Afrika, kami berpapasan dengan antelope yang berlarian ke kiri dan ke kanan di depan mobil kami. Seakan-akan mereka mengatakan “selamat datang” untuk menyambut kedatangan kami.

Dan sebelum tiba pada area kawanan kerbau Afrika, kami melintasi sebuah pos penjagaan pinggir danau yang sudah terendam air setinggi kurang lebih satu setengah meter. Tour guide kami mengatakan bahwa sekarang air danau Nakuru sudah naik sekitar hampir dua meter. Sehingga beberapa spot-spot pinggir danau tidak dapat lagi digunakan karena sudah tergenang air.

Kamipun melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami bertemu dengan kawanan kerbau Afrika yang sedang makan rumput. Betapa terkejutnya penulis, karena ternyata ukuran kerbau Afrika itu besar sekali hampir sebesar mobil engkel yang kami gunakan. Tidak heran jikalau seekor singa ingin memangsa kerbau ini, maka mereka harus melakukannya secara team dengan cara memecah kawanan kerbau ini sehingga ada yang terpisah dari kawanan. Sebab singa sebagai predator puncak sekalipun apabila terjebak sendirian dalam kawanan kerbau ini, benar-benar akan berbalik menjadi bulan-bulanan kerbau Afrika. Makanya kami hanya dapat meandanginya dari jarak 100-150 meter saja.

Perburuan selanjutnya adalah mencari jejak kawanan singa. Driver memberitahukan kami, bahwa yang paling sulit dari safari wisata di Nakuru Lake ini adalah menemukan kawanan singa-singa. Mereka cepat berpindah dan hanya keluar pada jam-jam tertentu saja. Itulah sebabnya antara driver satu dengan driver lainnya selalu saling meng-informasikan letak atau posisi keberadaan hewan-hewan tertentu melalui radio mobil wisata.

Dalam perjalanan mencari kawanan singa, kami melintasi spot rusa-rusa. Mungkin sebenarnya bukan rusa, tapi lebih tepatnya “waterbuck”. Ada fakta yang menarik dari kawanan rusa ini. Apabila kita menemukan seekor rusa jantan dalam satu area tertentu sedang sendirian, sepertinya menikmati rerumputan, kita mungkin berfikir bahwa dialah penguasa area tersebut dan tidak ada yang berani mendekat kepadanya. Tetapi justru sebaliknya, rusa tersebut adalah rusa yang kalah bertarung (loser) dalam memperebutkan rusa betina untuk menjadi pasangannya. Sedangkan apabila kita menemukan seekor rusa jantan dan dia sendiri dikelilingi dengan kawanan rusa betina, maka rusa inilah pemenang/winner dari pertarungan dengan rusa-rusa jantan lainnya itu.

Cukup lama kami mencari kawanan singa-singa Afrika ini. Jejak kaki singa di jalanpun diperhatikan oleh driver, seakan mereka tahu bahwa singa-singa itu baru saja melintasi daerah tersebut. Dalam perjalanan dipinggir danau Nakuru, kami bertemu dengan seekor black Rhinoceros (badak hitam) dan tidak jauh dari situ ada juga white Rhinoceros yang sedang menikmati dedaunan atau rumput-rumputan. Secara ukuran, badak hitam memiliki ukuran yang lebih kecil dari badak putih.

Sambil menikmati keindahan flora pinggir danau, tiba-tiba kami dikejutkan dengan pemandangan yang teramat sangat luar biasa indah. Apakah itu? Ya benar..inilah  kawanan Red Flamingo yang menjadi salah satu ikon danau Nakuru. Ribuan burung Red Flamingo membuat kawasan pinggir danau menjadi berwarna merah muda. Karena pesonanya, kamipun minta driver mendekat ke kawanan burung tersebut. Dan tanpa berfikir panjang kamipun bergegas turun ketika mobil sudah berhenti di pinggir danau. Belum juga berhasil mendokumentasikan keajaiban dunia ini, driver sudah memanggil dan mengarahkan kami untuk segera naik ke mobil, karena sangat berbahaya untuk ada di area terbuka seperti ini. Sewaktu-waktu black Rhinoceros(badak hitam) atau White Rhinoceros dapat menyerang dengan kecepatan tinggi. Jadi apabila itu terjadi, maka kita tidak akan punya cukup waktu untuk melarikan diri.

Kawanan singa di Nakuru Lake National Park, Kenya (Foto: Julius Leonard)

Sambil sejenak mengagumi pemandangan yang baru saja kami lihat, kamipun melanjutkan perjalanan untuk menemukan spot kawanan singa. Setengah jam kami menyusuri jalan-jalan sambil driver terus saling berkomunikasi, akhirnya kami menemukan juga kawanan singa-singa tersebut disebuah padang rumput yang luas, dimana terdapat juga kawanan zebra dari kejauhan. Kami melihat singa-singa itu sedang berbaring di pinggir jalan yang biasa dilalui mobil wisata. Betapa beruntungnya saya dapat melihat kawanan singa afrika, yang selama ini hanya bisa dilihat di youtube atau discovery channel, dan sekarang saya lihat hanya dalam jarak kurang dari 10 meter. Sayapun bergegas mengabadikan moment langka ini dengan ponsel yang ada ditangan saya, pengalaman seperti ini mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup saya. Jadi saya tidak ingin kehilangan moment yang berharga ini.

Setelah puas berfoto di savanna Afrika dengan singa-singa dan zebra, kami mulai merasa lapar. Tidak terasa sudah enam jam lebih kami berkeliling-keliling di taman nasional Danau Nakuru ini. Penulis juga mau menginformasikan bahwa ditaman nasional ini kita tidak diperkenankan untuk membawa makanan berat, hanya snack saja yang diperbolehkan. Sebab didalam lokasi wisata terdapat juga café/ resto untuk kita makan siang atau beristirahat sejenak sambil menikmati chai tea (teh susu) khas Kenya. Di rest area ini terdapat juga outlet-outlet accessories khas Nakuru Lake lho. Anda dapat memboyongnya ke Indonesia sebagai cindera mata.

Selesai beristirahat, mengunjungi outlet, dan berfoto, kamipun memutuskan untuk mengakhiri rangkaian safari hari ini. Kami melanjutkan perjalanan menuju pintu exit taman nasional Nakuru ini. Taman ini terbilang cukup luas, karena untuk menuju pintu keluarnya saja membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit sampai satu jam.

Kawanan jerapah di Nakuru Lake National Park, Kenya (Foto: Julius Leonard)

Dalam perjalanan menuju pintu keluar kami mendapatkan bonus ekstra, yaitu bertemu dengan kawanan jerapah Afrika. Warna jerapah yang kami temui ini, menurut saya sedikit berbeda dengan jerapah pada umumnya. Mereka berwarna coklat tua dan ada gradasi kehijauan. Mereka sangat anggun dengan leher yang panjang menikmati daun-daun pada puncak pepohonan. Asalkan tidak terkejut, mereka adalah hewan yang cukup tenang, dan tidak takut dengan kedatangan kami. Tidak lupa juga kami mendokumentasikan keindahan jerapah afrika ini.

Selesai berfoto, kami melanjutkan perjalanan pulang untuk mengakhir rangkaian safari di taman nasional Danau Nakuru ini. Sebenarnya baru sebagian kecil saja spot-spot wisata yang dikunjungi, dan masih banyak lagi yang bisa di ekplorasi dari taman nasional ini. Jadi, apabila hendak berwisata ke Kenya, jangan lupa untuk ber-safari di Nakuru Lake National Park ini. Lokasinya ada di Great Rift Valley, hanya berjarak satu setengah sampai dua jam saja dari Nairobi, ibu Kota Kenya.