Jaringan Makin Kuat, Tarif Bisa Turun: Dampak Besar Lelang Frekuensi 2026

0
54
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Masyarakat akan segera merasakan kualitas internet bergerak yang lebih cepat, stabil, dan terjangkau setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa tambahan spektrum dari hasil lelang ini akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional. Dampaknya, kualitas layanan akan membaik dan biaya operasional menjadi lebih efisien, sehingga tarif data berpotensi semakin kompetitif.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas, terutama hingga ke tingkat akar rumput.

Menurut Meutya, pemanfaatan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital nasional. Selain meningkatkan kualitas layanan internet, pengelolaan spektrum juga memberikan nilai ekonomi yang akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan.

Tambahan spektrum ini akan memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat kapasitas jaringan operator seluler. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses internet yang lebih andal, tetapi juga biaya layanan yang lebih terjangkau berkat efisiensi jaringan.

Sebagai bagian dari komitmen, para pemenang seleksi diwajibkan membangun layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang hingga kini masih belum terlayani atau memiliki kualitas sinyal yang terbatas. Wilayah tersebut tersebar dari Sumatra hingga Papua.

Kehadiran jaringan ini diharapkan membuka akses masyarakat terhadap layanan penting seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, hingga peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Selain itu, operator juga diwajibkan menghadirkan layanan 5G dengan cakupan minimal 51 persen populasi nasional dalam lima tahun ke depan. Pemerintah pun menargetkan kecepatan rata-rata internet mobile meningkat secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada 2029.

Meutya menambahkan, pita 700 MHz sebagai spektrum low-band akan memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah terpencil dan area dalam bangunan. Sementara itu, pita 2,6 GHz sebagai mid-band akan menjadi penopang utama kapasitas jaringan, khususnya dalam pengembangan layanan 5G.

Pemerataan konektivitas digital ini juga akan menjadi fondasi bagi berbagai program prioritas nasional, seperti Sekolah Rakyat, digitalisasi pembelajaran di lebih dari 1.000 titik, penguatan layanan publik digital, pemberdayaan koperasi desa/kelurahan, hingga percepatan digitalisasi UMKM.

Dari sisi penerimaan negara, pengelolaan spektrum melalui seleksi ini diperkirakan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp6 triliun pada tahap awal, dengan total potensi mencapai Rp29,9 triliun dalam 10 tahun. Pemerintah menegaskan seluruh penerimaan tersebut akan kembali digunakan untuk mendukung pembangunan nasional.

Kemkomdigi juga memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan akuntabel, mulai dari tahap pengumuman, penjelasan (aanwijzing), simulasi, evaluasi administrasi, lelang elektronik (e-auction), hingga masa sanggah, sebelum akhirnya ditetapkan melalui keputusan menteri yang bersifat final.

Berdasarkan keputusan tersebut, pemenang pita frekuensi 700 MHz adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Telekomunikasi Selular, dan PT Indosat Tbk. Sementara itu, pita 2,6 GHz dimenangkan oleh PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

Setelah menuntaskan lelang frekuensi 1,4 GHz pada akhir 2025, Komdigi kini juga tengah menyiapkan pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Penetapan pemenang seleksi ini diumumkan langsung oleh Meutya Hafid dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (21/7/2026), setelah seluruh tahapan seleksi, termasuk masa sanggah, dinyatakan selesai.