Rumah Pendidikan Tembus 6,9 Juta Pengguna, Indonesia Raih Pengakuan Global

0
48
Foto: Kemendikdasmen

(Vibizmedia – Nasional) Transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia kembali menunjukkan kemajuan signifikan. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pengembangan platform Rumah Pendidikan yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Ia juga menyoroti pengakuan global yang diraih Indonesia melalui penghargaan tertinggi WSIS Prizes 2026 kategori e-Government, yang menjadi bukti bahwa digitalisasi pendidikan nasional tidak hanya memperluas akses belajar, tetapi juga diakui di tingkat internasional.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi dengan memperkuat pemerataan infrastruktur digital, sehingga seluruh anak Indonesia—termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Ia menyampaikan bahwa platform Rumah Pendidikan, yang terintegrasi dengan perangkat Interactive Flat Panel (IFP), telah menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru, khususnya di daerah 3T. Platform ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan digital nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga memperluas distribusi perangkat pembelajaran digital. Setelah sebelumnya setiap sekolah menerima satu unit IFP, tahun ini pemerintah menambah tiga unit lagi per sekolah. Ditargetkan sekitar 700 ribu panel pintar akan terdistribusi hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027.

Rumah Pendidikan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi salah satu pilar utama transformasi ini. Selain menyediakan ribuan materi pembelajaran gratis, platform ini juga mendukung peningkatan kompetensi guru melalui layanan digital yang dapat diakses dari berbagai wilayah.

Keberhasilan inisiatif ini turut mendapat pengakuan internasional melalui ajang WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Indonesia berhasil meraih posisi juara pertama kategori e-Government—sebuah capaian yang menandai pengakuan dunia atas inovasi digital pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pendidikan.

Melalui penguatan platform dan pemerataan perangkat digital, pemerintah berharap transformasi pendidikan dapat berjalan lebih inklusif, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta mempercepat terwujudnya layanan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.