
(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia terus memperkuat langkah menuju target bebas malaria pada 2030. Hingga 2026, sebanyak 414 kabupaten/kota—sekitar 94,1 persen dari target nasional—telah berhasil mencapai status eliminasi malaria.
Capaian ini menjadi sinyal positif dalam pengendalian malaria secara nasional. Pemerintah menilai keberhasilan di berbagai daerah menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mulai membuahkan hasil nyata dalam menekan penyebaran penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya eliminasi malaria di Indonesia terus bergerak ke arah yang positif,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, dalam puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, peringatan Hari Malaria Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Indonesia bebas malaria pada 2030. Tahun ini, Indonesia mengusung tema “Akhiri Malaria: Kita Harus, Kita Bisa” sebagai pengingat bahwa percepatan eliminasi membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga tenaga kesehatan dan masyarakat.
Hingga 2026, tercatat sebanyak 346.866 kasus malaria di Indonesia. Meski demikian, tren eliminasi terus menunjukkan kemajuan, dengan semakin banyak daerah yang berhasil menghentikan penularan malaria secara lokal.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan. Kegiatan ini meliputi kampanye edukasi melalui media sosial serta webinar bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), organisasi profesi, dan komunitas malaria.
Selain itu, Kementerian Kesehatan mengembangkan pelatihan mikroskopis malaria sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi tenaga ahli teknologi laboratorium medik guna meningkatkan kemampuan diagnosis secara cepat dan akurat. “Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan eliminasi malaria,” kata Andi.
Sebagai puncak acara, pemerintah memberikan penghargaan eliminasi malaria kepada sejumlah daerah yang berhasil mencapai status tersebut. Penghargaan diberikan kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten, yakni Provinsi Sumatra Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kabupaten Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bersama Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam diagnosis malaria.
Andi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengendalian malaria, termasuk pemerintah daerah, kementerian/lembaga, organisasi profesi, akademisi, mitra pembangunan, dunia usaha, tenaga kesehatan, hingga jurnalis yang berperan dalam edukasi publik.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah optimistis target Indonesia bebas malaria pada 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.








