Warga Manggarai Selatan Sambut LRT sebagai Alternatif Mobilitas di Jakarta

0
62
Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Kehadiran layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai mendapat sambutan positif dari sejumlah warga Manggarai Selatan. Penambahan konektivitas transportasi massal tersebut dinilai memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk bepergian sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Bagi warga yang sehari-hari melakukan aktivitas dengan mobilitas tinggi, tersedianya moda transportasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan. LRT dinilai menawarkan alternatif perjalanan yang dapat menghubungkan kawasan Manggarai dengan sejumlah wilayah Jakarta yang sebelumnya lebih banyak dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya.

Lia, warga Manggarai Selatan, mengaku senang dengan hadirnya LRT karena masyarakat kini memiliki pilihan perjalanan menuju Kelapa Gading tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi.

“Senang sih, soalnya secara enggak langsung efeknya membangun perekonomian juga untuk daerah-daerah kita ini,” kata Lia saat berada di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Lia, semakin banyak pilihan transportasi massal dapat memberikan manfaat ganda. Selain memudahkan perjalanan, penggunaan angkutan umum juga berpotensi mengurangi jumlah kendaraan yang memenuhi ruas jalan Jakarta.

Ia menilai keberadaan LRT dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Kelapa Gading, termasuk bagi keluarga yang tidak ingin menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

“Udah begitu juga lebih mengurangi macet. Anak kalau misalnya mau ke Kelapa Gading kan tidak harus pakai motor. Lama,” ujarnya.

Transportasi Publik dan Aktivitas Ekonomi

Bagi warga, pembangunan transportasi tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sarana perjalanan. Kehadiran stasiun dan jaringan transportasi massal juga dapat membuka peluang munculnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan yang dilayani.

Lia melihat konektivitas yang semakin baik dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kawasan. Mobilitas masyarakat yang lebih mudah berpotensi meningkatkan interaksi antarkawasan, termasuk pergerakan konsumen, pekerja, pelajar, maupun pelaku usaha.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik dipandang tidak sekadar sebagai sarana berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Infrastruktur transportasi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan dan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pusat kegiatan di Jakarta.

Ia pun berharap pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dapat terus dilanjutkan.

“Sehat selalu, Pak Prabowo. Buat masyarakat Indonesia lebih maju,” katanya.

Warga Nilai Pilihan Angkutan Umum Semakin Bertambah

Pandangan serupa disampaikan Ari, warga Manggarai Selatan. Menurutnya, bertambahnya pilihan moda transportasi publik memberikan keuntungan bagi masyarakat di kawasan Manggarai yang memiliki tingkat mobilitas cukup tinggi.

“Sungguh membantu juga sih untuk orang mau ke mana-mana pun juga bisa,” ujar Ari.

Menurut Ari, masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif ketika harus bepergian dari kawasan Manggarai menuju wilayah lain di Jakarta. Kehadiran LRT dapat melengkapi moda transportasi umum lainnya yang telah lebih dulu digunakan masyarakat.

Dalam konteks kota metropolitan, keberadaan beberapa pilihan moda transportasi menjadi penting karena kebutuhan perjalanan setiap warga berbeda-beda. Integrasi berbagai moda memungkinkan masyarakat memilih perjalanan berdasarkan tujuan, waktu, kenyamanan, maupun kondisi lalu lintas.

Bagi warga Manggarai, keberadaan LRT juga memperluas pilihan untuk menuju kawasan Kelapa Gading dan wilayah yang berada di sepanjang lintasan.

Ari berharap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang telah berjalan dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.

“Untuk periode Pak Prabowo ini, semoga apa pun yang dari sebelumnya bisa dilanjutkan dan lebih baik lagi. Terima kasih,” katanya.

Melayani 11 Stasiun

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai melayani 11 stasiun. Rangkaian stasiunnya terdiri atas Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Lintasan tersebut menghubungkan sejumlah kawasan permukiman dan pusat aktivitas di Jakarta bagian utara hingga selatan-tengah. Stasiun Manggarai juga memiliki arti penting dalam jaringan transportasi perkotaan karena kawasan ini merupakan salah satu titik pergerakan masyarakat yang padat.

Dengan hadirnya rute Kelapa Gading–Manggarai, masyarakat memperoleh alternatif perjalanan yang melengkapi jaringan transportasi publik yang sudah tersedia di Jakarta.

Bagi warga seperti Lia dan Ari, manfaat paling sederhana dari kehadiran LRT adalah pilihan perjalanan yang semakin beragam. Masyarakat tidak harus selalu menggunakan kendaraan pribadi untuk berpindah antarkawasan.

Namun, manfaat transportasi publik juga dapat berkembang lebih jauh. Semakin mudah suatu kawasan dijangkau, semakin besar pula peluang terjadinya pergerakan manusia dan aktivitas ekonomi di sepanjang jaringan transportasi tersebut.

Karena itu, pengembangan LRT Jakarta tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan jalurnya, tetapi juga dari bagaimana jaringan tersebut terhubung dengan moda transportasi lain dan dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga Manggarai Selatan, hadirnya LRT menjadi tambahan pilihan untuk melakukan perjalanan di Jakarta. Di tengah persoalan kemacetan dan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, transportasi massal menjadi salah satu bagian penting dalam membangun mobilitas perkotaan yang lebih beragam dan terhubung.

Dengan semakin luasnya pilihan angkutan umum, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan secara lebih fleksibel sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan-kawasan yang terhubung oleh jaringan transportasi tersebut.