Pemerintah Perkuat Ekonomi Inovatif Lewat Jakarta Education Hub

0
43
Foto: Pemprov DKI

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional yang bertumpu pada pengetahuan dan inovasi melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam Focus Group Discussion (FGD) perancangan Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7), ia menekankan bahwa APBN tidak hanya berperan sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi pendorong utama pengembangan kota berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Suahasil, kehadiran Jakarta Education and Innovation Center membuka peluang bagi Jakarta untuk berkembang sebagai pusat pendidikan dan inovasi bertaraf global. Ia menilai Indonesia perlu bertransformasi dari ekonomi berbasis kerja keras fisik menuju ekonomi berbasis inovasi. Untuk itu, pemerintah membutuhkan kontribusi pengetahuan dari universitas, lembaga swadaya masyarakat, lembaga riset, serta berbagai institusi lainnya guna menjembatani hasil penelitian menjadi kebijakan publik berbasis riset.

Lebih lanjut, Suahasil memaparkan komitmen jangka panjang pemerintah dalam mendukung sektor pendidikan dan riset melalui alokasi minimal 20% anggaran pendidikan sejak 2009 hingga 2026. Total anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp7.667,3 triliun. Dari alokasi tersebut, pemerintah berhasil membangun Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan nilai akumulasi sekitar Rp195 triliun.

Dana abadi tersebut telah memberikan manfaat luas, antara lain mendukung lebih dari 61.000 generasi muda Indonesia, membiayai lebih dari 4.700 proyek riset, serta dimanfaatkan oleh 23 perguruan tinggi negeri untuk menghasilkan ribuan publikasi ilmiah, program profesor tamu dan postdoctoral, serta pertukaran mahasiswa.

Untuk meningkatkan belanja riset dan pengembangan (R&D) yang masih relatif rendah, pemerintah juga memberikan insentif perpajakan berupa Super Tax Deduction. Melalui kebijakan ini, perusahaan dapat memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300% dari total biaya kegiatan R&D, baik yang dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan lembaga riset.

Dalam konteks pengembangan Jakarta Education and Innovation Center, Suahasil menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah pusat akan mendukung dari sisi kebijakan dan program, sementara Pemprov DKI Jakarta berperan dalam penyediaan lahan, ruang, dan infrastruktur.

Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi melalui konsep aglomerasi pendidikan, yaitu pengelompokan universitas unggulan dan pusat riset dalam satu kawasan terpadu. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan daya tarik investasi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Menutup pernyataannya, Suahasil menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang maju, bermartabat, dan mampu memberikan kontribusi bagi dunia.