Kemendikdasmen Perkuat Literasi dengan Distribusi Buku dan Platform Digital

0
45
Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan dengan memperluas akses terhadap buku bacaan bermutu bagi peserta didik di seluruh Indonesia. (Foto: Kemendikdasmen)

(Vibizmedia – KiPemerintah terus memperkuat peningkatan kualitas pendidikan melalui perluasan akses terhadap buku bacaan bermutu bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bagian dari penguatan literasi nasional serta pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan 5,5 juta buku bacaan berkualitas untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Ia menekankan pentingnya memperkuat budaya membaca karena buku menjadi sumber pengetahuan yang melengkapi proses pembelajaran di kelas.

Menurutnya, penyediaan buku bacaan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi memerlukan peran aktif pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkaya sumber belajar peserta didik.

Selain distribusi buku cetak, Kemendikdasmen juga mengembangkan platform digital Rumah Pendidikan yang menyediakan buku teks dan nonteks secara gratis dalam format digital, audio, dan video. Layanan ini diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan bahan bacaan fisik.

Upaya penguatan pendidikan inklusif juga terus dilakukan melalui penyediaan buku braille, buku audio, dan materi pembelajaran berbasis video bagi anak berkebutuhan khusus. Pemerintah menilai perluasan akses terhadap bahan bacaan bermutu harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas literasi nasional.

Dukungan terhadap gerakan literasi turut datang dari sektor swasta. PT Pura Barutama, misalnya, menyatakan komitmennya untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan generasi muda melalui budaya membaca.

Sementara itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menjelaskan bahwa distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, dengan prioritas pada sekolah yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional masih memiliki tingkat literasi di bawah kompetensi minimum.

Setiap paket buku yang didistribusikan juga dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan agar dapat digunakan secara optimal oleh guru, kepala sekolah, dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap bacaan berkualitas sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, serta memiliki budaya literasi yang kuat.