Brugge Dalam Kenangan, Kehangatan Kota Abad Pertengahan Belgia

0
50
Brugge, Belgia (Foto: LIbby Penner)

(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Perjalanan ke Brugge, Belgia, bisa menjadi petualangan yang paling berkesanĀ  karena kota ini bukan sekadar destinasi wisata tapi mamu membawa kita kembali ke masa abad pertengahan yang menakjubkan.

Petualangan bisa dimulai saat melangkah di sepanjang jalanan Sint-Katelijnestraat. Suasana yang agak mendung dan rintik hujan yang baru berhenti, membuat permukaan jalanan batu (cobblestone) tampak basah dan memantulkan cahaya.

Pohon-pohon rindang dengan dedaunan musim gugur berwarna emas dan oranye menciptakan kanopi alam yang indah di atas kepala. Di sisi kanan, berdiri megah bangunan bata merah tua dengan jendela-jendela tinggi, sebuah bangunan publik tua yang dipertahankan keasliannya. Maka bisa ditemukan perpaduan kontras yang menarik: sebuah mobil listrik modern terparkir rapi di bawah rindangnya pohon, membuktikan bagaimana kota bersejarah ini tetap hidup dan beradaptasi dengan masa kini.

Bayangkan juga Anda berhenti di sebuah kafe tersembunyi yang berada di dalam pelataran (courtyard) bangunan bata merah. Tempat ini menjadi sudut kedamaian yang sempurna. Halaman kafenya dipenuhi tanaman hijau, pohon palem, serta deretan pagar tanaman yang ditata rapi. Lampu-lampu gantung yang menyala memberikan sentuhan hangat di tengah cuaca yang syahdu. Anda bisa meluangkan waktu menyeruput minuman coklat panas khas Belgia yang nikmatĀ  dengan latar pemandangan menara gereja tua yang menjulang di kejauhan.

Jangan lupakan untuk menjelajahi situs bersejarah paling ikonik di kota ini, yaitu kompleks Gruuthuse Museum. Kemegahan arsitektur Gothic dengan dinding bata merah dan ukiran batu yang rumit benar-benar mempesona. Pintunya yang berbentuk lengkungan besar dipadukan dengan jendela kaca patri membawa nuansa abad pertengahan yang sangat kental. Setiap sudut bangunan begitu indah dan sarat akan cerita sejarah.

Pengalaman di Brugge menjadi makin lengkap dengan menikmati dua atraksi paling khas di sini. Derap langkah kaki kuda yang ritmis beradu dengan jalanan batu mengarahkan menuju area kumpul delman tradisional (paardenkoets). Sang kusir yang berbusana rapi dengan ramah membawa penumpang berkeliling. Duduk di dalam delman kayu yang meluncur santai, menyusuri jalanan tua, melintasi jembatan batu, hingga alun-alun kota, menghadirkan rasa nostalgia yang penuh kesan.

Salah satu sudut kota Brugge, Belgia (Foto: Dorthy Rosalita)

Tak kalah memikat, petualangan berlanjut dengan menaiki perahu motor kecil menyusuri kanal-kanal yang membelah kota. Dari sudut pandang ini, Brugge memperlihatkan pesonanya yang paling romantis. Perahu meluncur pelan melewati jembatan-jembatan batu yang rendah dan dinding bangunan tua yang ditumbuhi tanaman merambat. Angsa-angsa putih yang berenang bebas di samping perahu serta pantulan bangunan Gothic di atas permukaan air yang tenang menyempurnakan perjalanan ini.

Kota Brugge, Belgia (Foto: Dorthy Rosalita)