Musim Kemarau Perparah Kekeringan dan Kebakaran Lahan Meluas di Sejumlah Daerah

0
59
Air Bersih
Distribusi air bersih sebanyak 40 .000 liter air ke tiga lokasi yang ada di Kabupaten lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, 5 Agustus 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Musim kemarau yang masih berlangsung mulai menunjukkan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kejadian kekeringan dan kebakaran lahan dalam laporan perkembangan bencana yang dihimpun pada Rabu (5/8) hingga Kamis (6/8) pukul 07.00 WIB.

Berkurangnya curah hujan menyebabkan krisis air bersih di sejumlah daerah, sementara kondisi cuaca panas dan kering turut memicu munculnya kebakaran lahan di beberapa provinsi.

Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kekeringan melanda tiga kecamatan, yakni Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Sebanyak 741 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait menyalurkan 40.000 liter air bersih ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sedikitnya 10 kecamatan mengalami krisis air bersih akibat menyusutnya sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga. Pada Rabu (5/8), BPBD Kabupaten Cilacap kembali mendistribusikan 28.000 liter air bersih ke sejumlah titik terdampak.

Di Kabupaten Purworejo, sebanyak 107 kepala keluarga di empat kecamatan, yaitu Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang, turut terdampak kekeringan. Untuk membantu masyarakat, BPBD bersama tim gabungan menyalurkan 30.000 liter air bersih ke desa-desa yang mengalami kesulitan pasokan air.

Sementara itu, di Kabupaten Sragen, musim kemarau menyebabkan penyusutan debit sungai dan sumur warga sehingga 448 kepala keluarga mengalami krisis air bersih. BPBD Kabupaten Sragen bersama aparat terkait telah mendistribusikan 41.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kekeringan juga mulai dirasakan warga. Sebanyak 65 kepala keluarga di Kecamatan Pagaden mengalami kesulitan memperoleh air bersih. BPBD Kabupaten Subang merespons dengan menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain kekeringan, musim kemarau juga memicu meningkatnya kejadian kebakaran lahan.

Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kebakaran melanda lahan seluas sekitar tiga hektare di Gampong Langien Tualada, Kecamatan Bandar Baru, pada Rabu (5/8). BPBD bersama aparat setempat mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api. Berkat upaya cepat tersebut, kebakaran berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, di mana sekitar tiga hektare lahan di Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah, hangus terbakar. Tim gabungan mengerahkan tiga unit armada pemadam ke lokasi hingga api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke wilayah lain.

Melihat masih tingginya potensi kekeringan dan kebakaran lahan selama musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Masyarakat diminta menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih, serta menyiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi melalui distribusi air bersih secara rutin, pengeboran sumur air di wilayah rawan kekeringan, serta meningkatkan patroli dan upaya pencegahan kebakaran lahan.

BNPB juga menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di seluruh Indonesia dan memperkuat koordinasi dengan BPBD di daerah agar setiap kejadian bencana dapat ditangani secara cepat, efektif, dan tepat sasaran selama musim kemarau berlangsung.