Tingkatkan Kompetensi, Polri Fokus Tangani Kejahatan Love Scamming

0
51
Kepala Bagian Kemitraan Biro Penerangan Masyarakat (Kabag Mitra Biro Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Hadi Wahyudi (Foto: Polri).

(Vibizmedia – Jakarta) Polri terus memperkuat kapasitas internal dalam menghadapi kejahatan digital yang kian kompleks melalui Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital”, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kompetensi personel dalam merespons beragam modus kejahatan di ruang digital. Dialog yang digagas Divisi Humas Polri tersebut menitikberatkan pada penguatan kemampuan penyidik dan personel agar mampu memahami perkembangan kejahatan digital, khususnya love scamming yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi.

Kepala Bagian Kemitraan Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai modus operandi baru yang menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya Polri.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus-kasus love scamming. Ia juga menegaskan bahwa dialog ini dirancang sebagai forum untuk memperkuat pengetahuan, wawasan, serta kompetensi penyidik agar lebih adaptif dan profesional dalam menghadapi kejahatan di dunia digital.

Untuk memperkaya perspektif, Divisi Humas Polri menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, antara lain Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik.

Kolaborasi ini diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif bagi peserta, mencakup aspek penegakan hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis dalam penanganan kasus.

Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel semakin siap menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terlindungi bagi masyarakat.