Indonesia Design Week 2026 Dorong Desain Lokal Menembus Pasar Global

0
565
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia Design Week (IDW) 2026 kembali digelar dengan membawa gagasan tentang desain sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Memasuki penyelenggaraan ketiga, ajang yang berlangsung di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, tersebut mengangkat tema “The Collective Culture”, yang menempatkan kolaborasi, keberagaman, dan budaya sebagai bagian penting dalam perkembangan dunia desain.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar secara resmi membuka IDW 2026 pada Jumat (18/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Irene menekankan bahwa desain tidak seharusnya dipahami hanya sebagai persoalan visual atau estetika, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan ilmu pengetahuan dan cara manusia menjalani kehidupan.

“Banyak orang mungkin melihat desain hanya dari sisi estetika. Padahal, kita tahu bahwa sains turut membentuk dan memengaruhi perilaku manusia, termasuk bagaimana kita bertindak, bergerak, makan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi, desain bukan sekadar soal estetika. Desain hadir dalam kehidupan kita dan pada saat yang sama turut membentuk cara kita menjalani kehidupan,” kata Irene.

Menurut Irene, cara pandang tersebut menjadi penting ketika desain ditempatkan sebagai salah satu kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Desain tidak hanya menghasilkan produk dengan nilai estetika, tetapi juga dapat menciptakan solusi, membangun identitas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Kekayaan Intelektual Jadi Kunci

Di tengah semakin besarnya potensi industri desain Indonesia, Irene juga mengingatkan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Perlindungan terhadap karya dinilai menjadi salah satu fondasi agar kreativitas para desainer memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

“Kami ingin mendorong kekayaan intelektual atas desain agar kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik dan memanfaatkan desain lokal, bukan hanya untuk pasar dunia, tetapi juga untuk Indonesia sendiri. Dari situlah kita dapat melihat kekuatan desain lokal, termasuk dalam arsitektur,” ujarnya.

Menurutnya, komersialisasi dan perlindungan desain, termasuk melalui paten maupun bentuk KI lainnya, dapat memperkuat posisi desainer Indonesia ketika memasuki pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, pengembangan desain lokal juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di berbagai daerah.

Dengan demikian, karya desain tidak berhenti sebagai produk kreatif, tetapi dapat berkembang menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi, memperkuat jenama lokal, dan menciptakan rantai usaha baru di dalam negeri.

Pertemukan Indonesia dengan Ekosistem Desain Dunia

IDW 2026 berlangsung pada 18–27 September 2026 dengan mengusung tema “The Collective Culture”. Tema tersebut merefleksikan gagasan bahwa masa depan desain dibangun melalui pertemuan berbagai perspektif, latar belakang, disiplin, serta pelaku dalam satu ekosistem kreatif.

Salah satu perkembangan penting pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya kemitraan strategis dengan Salone del Mobile.Milano dari Italia. Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan antara ekosistem desain Indonesia dan salah satu platform desain internasional yang memiliki pengaruh besar.

Melalui kerja sama tersebut, gagasan dan karya desainer muda dari berbagai negara diperkenalkan kepada publik Indonesia. Pertukaran ini sekaligus membuka peluang transfer pengetahuan, jejaring profesional, serta pengembangan rantai pasok industri kreatif di dalam negeri.

Kehadiran mitra internasional juga memperlihatkan bahwa perkembangan industri desain tidak lagi berlangsung secara terpisah berdasarkan batas negara. Desainer, produsen, jenama, institusi, hingga pelaku industri dapat terhubung melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.

IDW sebagai Ekosistem Kreatif

CEO Indonesia Design District PIK 2 Ipeng Widjojo mengatakan, IDW tidak dirancang hanya sebagai kegiatan pameran tahunan. Menurutnya, IDW diarahkan menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai elemen dalam industri desain.

“Harapannya pameran ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memunculkan percakapan, kolaborasi, dan gagasan baru di dalam komunitas desain Indonesia. Masa depan tersebut harus dibangun secara kolektif melalui kolaborasi, keberagaman, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi,” ujar Ipeng.

Dalam kerangka tersebut, IDW menjadi ruang pertemuan bagi desainer, jenama, manufaktur, institusi, serta berbagai pemangku kepentingan industri kreatif. Kehadiran mereka membuka kemungkinan terciptanya kolaborasi baru yang tidak hanya berkaitan dengan karya, tetapi juga produksi, distribusi, pemasaran, hingga ekspansi ke pasar internasional.

Kolaborasi dengan Salone del Mobile.Milano juga memperluas posisi IDW sebagai penghubung antara pelaku desain Indonesia dan jaringan desain global. Bagi desainer muda, keterlibatan dalam ekosistem semacam ini dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan sekaligus memahami perkembangan industri desain internasional.

Desain sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, perkembangan industri desain memiliki keterkaitan erat dengan agenda penguatan ekonomi kreatif nasional. Desain hadir di berbagai sektor, mulai dari arsitektur, produk, interior, fesyen, komunikasi visual hingga pengembangan berbagai produk dan layanan kreatif.

Karena itu, penguatan ekosistem desain membutuhkan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui penciptaan karya, tetapi juga melalui perlindungan KI, akses pasar, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi industri, serta koneksi dengan jaringan internasional.

IDW 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut. Dengan mengedepankan The Collective Culture, penyelenggaraan tahun ini membawa pesan bahwa perkembangan desain Indonesia tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem yang saling terhubung.

Pembukaan IDW 2026 turut dihadiri Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colaminè, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, CEO Amarta Agung Sedayu Group Natalia Kusumo, Founder & Kurator SaloneSatellite Marva Griffin Wilshire, President of Salone del Mobile.Milano Maria Porro, serta Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf Sabar Norma Megawati Panjaitan.