Konektivitas Patimban Makin Luas, Layanan ONE–Samudera Resmi Beroperasi

0
73
MV Sinar Bintan yang melayani rute ONE–Samudera melakukan kunjungan perdana (*maiden call*) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, pada 10–11 Agustus 2026, menambah layanan peti kemas di pelabuhan tersebut. (Foto: Kementerian Perhubungan)

(Vibizmedia – Subang, Jawa Barat) Layanan peti kemas di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, kembali bertambah setelah kapal MV Sinar Bintan yang melayani rute ONE–Samudera melakukan kunjungan perdana (maiden call) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada 10–11 Agustus 2026.

Kehadiran layanan tersebut memperkuat konektivitas Pelabuhan Patimban sekaligus menambah pilihan layanan pelayaran bagi pengguna jasa, khususnya pelaku industri di Jawa Barat dan kawasan hinterland Patimban.

MV Sinar Bintan merupakan kapal berbendera Singapura dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 147 meter dan Gross Tonnage (GT) 12.563. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Patimban setelah berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Dalam kunjungan perdananya, MV Sinar Bintan memuat 95 peti kemas atau setara 190 TEUs untuk keperluan ekspor. Komoditas yang diangkut antara lain suku cadang otomotif (automotive spare parts) serta produk pulp dan kertas (pulp & paper).

Setelah menyelesaikan proses pemuatan, MV Sinar Bintan meninggalkan Pelabuhan Patimban pada Selasa (11/8/2026) pukul 08.54 WIB dan melanjutkan pelayaran menuju Singapura.

Kunjungan perdana MV Sinar Bintan berlangsung bersamaan dengan pelayanan MV MSC Independent III, kapal peti kemas berbendera Portugal dengan LOA 208,90 meter dan GT 26.435.

MV MSC Independent III merupakan bagian dari layanan rutin peti kemas MSC di Pelabuhan Patimban. Dalam kunjungannya kali ini, kapal tersebut melayani rute Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Kapal tersebut mulai bersandar di Pelabuhan Patimban pada 10 Agustus 2026 dan masih menjalani kegiatan pelayanan hingga 11 Agustus 2026.

Dengan demikian, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban mampu melayani dua kapal peti kemas secara bersamaan. MV MSC Independent III dan MV Sinar Bintan menempati posisi tambat yang berbeda.

Kondisi tersebut menjadi perkembangan penting bagi operasional terminal seiring meningkatnya kunjungan kapal dan bertambahnya layanan pelayaran yang memanfaatkan Pelabuhan Patimban.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban Mohd Arief Agustian mengatakan bertambahnya layanan pelayaran merupakan bagian penting dalam perkembangan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik yang semakin terhubung dengan jaringan pelayaran.

“Masuknya layanan ONE–Samudera menjadi perkembangan positif bagi Pelabuhan Patimban. Yang ingin terus kita dorong bukan hanya bertambahnya jumlah kapal yang datang, tetapi semakin banyaknya pilihan layanan dan konektivitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa,” ujar Arief dalam keterangan pers, Selasa (11/8/2026).

Menurut Arief, kemampuan terminal melayani dua kapal peti kemas secara bersamaan juga menunjukkan perkembangan aktivitas operasional Pelabuhan Patimban.

“Ini mungkin merupakan pemandangan yang biasa di pelabuhan yang sudah matang, tetapi bagi Patimban merupakan perkembangan penting. Artinya, aktivitas terminal mulai tumbuh dan infrastruktur yang tersedia semakin dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan operasional yang berkembang,” lanjutnya.

Pelabuhan Patimban sebelumnya telah melayani sejumlah rute peti kemas internasional maupun domestik. Bertambahnya layanan ONE–Samudera semakin memperluas konektivitas sekaligus memberikan alternatif layanan logistik bagi industri dan pengguna jasa.

Kehadiran layanan tersebut juga diharapkan mendukung distribusi komoditas industri Indonesia menuju pasar internasional. Hal ini tercermin dari muatan ekspor pada kunjungan perdana MV Sinar Bintan yang membawa produk suku cadang otomotif serta pulp dan kertas.

Penguatan konektivitas dan optimalisasi infrastruktur pelabuhan tersebut turut mendukung agenda pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional, khususnya dalam memperkuat aktivitas ekonomi, sektor produktif, dan hilirisasi.

KSOP Kelas II Patimban bersama badan usaha pelabuhan, operator terminal, perusahaan pelayaran, serta pemangku kepentingan terkait akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan sejalan dengan pertumbuhan trafik dan layanan pelayaran di Pelabuhan Patimban.

Dengan bertambahnya layanan ONE–Samudera, Pelabuhan Patimban semakin memiliki beragam pilihan konektivitas bagi pengguna jasa sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik yang mendukung aktivitas industri di Jawa Barat dan kawasan sekitarnya.