Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda dan Pertukaran Pemuda

0
48

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia melalui pengembangan kerja sama di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Penguatan kemitraan tersebut dibahas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier beserta rombongan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, terutama pengembangan sistem pembinaan atlet muda yang berkelanjutan serta keberlanjutan program pertukaran pemuda antara Indonesia dan Australia.

Menpora Erick mengatakan, pembinaan atlet usia muda merupakan salah satu prioritas Indonesia yang perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat akar rumput (grassroots), identifikasi bakat, hingga pembinaan menuju level elite.

“Australia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kolaborasi, khususnya dalam identifikasi bakat, pelatihan pelatih, tata kelola fasilitas olahraga, hingga penerapan sport science dan kedokteran olahraga,” ujar Erick.

Menurutnya, Australia memiliki pengalaman dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang efektif dan berbasis ilmu pengetahuan. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan atlet muda di Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Kemenpora mengusulkan pembentukan pilot project yang berfokus pada pengembangan atlet muda. Program tersebut dapat mencakup pertukaran atlet, training center bersama, serta program magang jangka pendek bagi pelatih dan administrator olahraga.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang pengembangan dual career. Melalui pendekatan ini, atlet muda dapat tetap mengembangkan pendidikan dan karier di luar bidang olahraga.

Peluang tersebut salah satunya akan diperkuat melalui perluasan akses terhadap Beasiswa Australia Awards (AAS), sehingga atlet dan generasi muda berprestasi memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kapasitas akademik dan profesional.

Selain bidang olahraga, kedua pihak turut membahas finalisasi Kesepakatan (Arrangement) terkait Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Program pertukaran pemuda yang telah berlangsung sejak 1982 tersebut kini memasuki tahap tinjauan akhir oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia sebelum penandatanganan resmi oleh Plt. Deputi Bidang Pelayanan Pemuda Kemenpora Hendro Wickaksono.

Untuk pelaksanaan AIYEP 2026, Indonesia dan Australia juga membahas sejumlah alternatif desain program di tengah tantangan penyesuaian anggaran. Meski terdapat keterbatasan alokasi dana operasional untuk pelaksanaan fase fisik tahun ini, Kemenpora dan Kedutaan Besar Australia tetap berkomitmen melanjutkan konsultasi guna menjaga keberlanjutan hubungan antarmasyarakat (people-to-people ties) kedua negara.

Di dalam negeri, Kemenpora juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda kepemudaan berskala nasional pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi Wirasena Youth Camp pada 21–31 Oktober 2026 dengan 168 peserta, Indonesia Youth Summit pada 28–29 Oktober 2026 yang akan melibatkan sekitar 5.000 pemuda, serta National Debate Competition pada 29–30 Oktober 2026 dengan 100 peserta.

Melalui penguatan kemitraan dengan Australia, Kemenpora menargetkan terbentuknya kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan, terutama dalam mencetak atlet dan generasi muda Indonesia yang kompeten, berprestasi, serta memiliki daya saing global.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung semangat Asta Cita, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing serta penguatan kemitraan internasional untuk mendukung kemajuan Indonesia.