Simbol 17-8-45 Warnai Kirab Merah Putih dan Teks Proklamasi Menuju Istana Merdeka

0
51
Prosesi kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjadi bagian pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

(Vibizmedia – Jakarta) Angka 17-8-45 yang identik dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hadir dalam berbagai bentuk pada kirab budaya dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Mengutip situs presiden.go.id, sejumlah elemen dalam prosesi tersebut sengaja membawa simbol angka 17, 8, dan 45. Di antaranya 45 pasukan motoris hingga delapan ekor kuda yang menarik Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kirab tersebut menjadi bagian awal rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam prosesi ini, duplikat Bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi dibawa dari Monas menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi diawali dengan penyerahan duplikat Bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi oleh Kepala Staf Komando Garnisun Tetap (Kaskogartap) I/Jakarta, Fitriana Nur Heru Wibawa, kepada perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kedua simbol kemerdekaan tersebut kemudian diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila di Ruang Kemerdekaan Monas.

Duplikat Bendera Merah Putih dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 dari Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah Teks Proklamasi.

Keduanya kemudian menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa untuk membawa Merah Putih dan Teks Proklamasi menuju Istana Merdeka.

Simbol 17-8-45 dalam Kirab

Kemunculan berbagai formasi pasukan membuat prosesi kirab semakin semarak sekaligus sarat simbol sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak 45 pasukan motoris Polisi Militer mengiringi perjalanan rombongan. Jumlah tersebut melambangkan tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.

Barisan tersebut kemudian diikuti 170 taruna dan taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian. Iringan musik dari korps drum turut memeriahkan perjalanan rombongan menuju Istana Merdeka.

Pasukan berkuda juga menjadi bagian penting dalam kirab. Sebanyak 81 pasukan berkuda dihadirkan sebagai simbol usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki tahun ke-81.

Sementara itu, 17 pasukan berkuda melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan, sedangkan delapan ekor kuda yang menarik kereta kencana dan delapan pasukan berkuda lainnya merepresentasikan bulan kedelapan, yaitu Agustus.

Rangkaian simbol tersebut secara keseluruhan merepresentasikan angka 17-8-45, tanggal bersejarah ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Pakaian Nusantara Representasikan Kebinekaan

Nuansa keberagaman Indonesia turut ditampilkan melalui kehadiran 76 pasukan berpakaian Nusantara. Mereka mengenakan beragam pakaian tradisional yang merepresentasikan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran pasukan berpakaian Nusantara memberikan warna tersendiri pada kirab yang memadukan unsur sejarah, budaya, militer, dan tradisi kenegaraan.

Dari kawasan Monas, rombongan memulai perjalanan dari Cawan Monas, kemudian melintasi Jalan Medan Merdeka Barat sebelum memasuki halaman Istana Merdeka.

Sepanjang perjalanan, duplikat Bendera Merah Putih dan Teks Proklamasi menjadi pusat perhatian dalam prosesi kirab menuju lokasi pelaksanaan upacara.

Merah Putih dan Teks Proklamasi Tiba di Istana

Setibanya di Istana Merdeka, Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila turun dari Kereta Kencana Garuda Prabayaksa.

Duplikat Bendera Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi kemudian diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan sebagai bagian dari rangkaian upacara kenegaraan.

Kirab dari Monas menuju Istana Merdeka tidak sekadar menjadi seremoni pembuka peringatan kemerdekaan. Berbagai formasi pasukan, kereta kencana, pasukan berkuda, hingga pakaian Nusantara menghadirkan simbol-simbol sejarah sekaligus keberagaman Indonesia dalam perayaan HUT ke-81 RI.

Di tengah derap langkah pasukan, iringan korps drum, dan derap kuda, kehadiran Merah Putih dan Teks Proklamasi kembali mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang kemerdekaan Indonesia yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.