Hari Keempat Pencarian KMP Virgo Transport 8, Tiga Tim Dikerahkan ke Bawah Air

0
66
KM Virgo Transport 8
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara hybrid terkait penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 16 September 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto meminta dilakukan investigasi secara mendalam dan objektif terhadap kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Pemerintah juga diminta memastikan penanganan korban serta hak keluarga korban dilakukan secara optimal.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Prabowo meminta Kementerian Perhubungan mengoordinasikan langkah penanganan selanjutnya bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Investigasi juga diminta melibatkan unsur Polri dan TNI.

“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” ujar Prabowo.

Kapal Hadapi Cuaca Buruk

Dalam rapat tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i menyampaikan kronologi kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan. Kapal berangkat pada 13 September 2026 dan sekitar pukul 01.00 menghadapi kondisi cuaca buruk berupa gelombang kuat dan angin kencang.

Sekitar satu jam kemudian, kondisi kapal dilaporkan mengalami kemiringan berat. Dalam waktu satu jam berikutnya, kapal tidak lagi dapat berkomunikasi.

Basarnas kemudian mengaktifkan operasi pencarian dan pertolongan pada pukul 04.10 melalui Basarnas Command Center.

Dalam operasi awal, sejumlah unsur laut dan udara dikerahkan menuju lokasi. Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu proses evakuasi.

Sejumlah kapal, antara lain MT Mauhau, TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal nelayan Sri Asih, berhasil mengevakuasi 108 orang dalam kondisi selamat serta enam korban meninggal dunia.

“Total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban,” ujar Mohammad Syafi’i.

Pencarian Memasuki Hari Keempat

Memasuki hari keempat operasi SAR, Basarnas masih melanjutkan pencarian dan evakuasi dengan mengerahkan unsur laut dan udara.

Operasi juga diperluas ke bawah air. Basarnas menyiapkan tiga tim untuk melakukan pencarian underwater dengan dukungan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Tiga tim tersebut terdiri atas satu tim Basarnas Special Group serta dua tim dari TNI Angkatan Laut yang terdiri dari pasukan katak dan penyelam khusus.

“Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi underwater,” kata Syafi’i.

Menurutnya, dukungan KRI Canopus diperlukan karena kapal tersebut memiliki kemampuan untuk mendukung operasi bawah air.

Operasi SAR terus dilakukan untuk mencari dan mengevakuasi korban, sementara pemerintah juga menyiapkan proses investigasi untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8.