Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 Jadi Ruang Pengembangan Talenta Kreatif

0
164
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026. Ajang tersebut dinilai dapat menjadi ruang yang inklusif bagi perempuan Tionghoa Indonesia untuk menunjukkan potensi sekaligus mengembangkan bakat di bidang ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengatakan, kegiatan tersebut berpotensi melahirkan talenta-talenta baru yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan industri kreatif nasional.

Menurut Irene, peserta yang memiliki bakat dan ketertarikan di bidang hiburan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui proses pembinaan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti ajang tersebut.

“Anugerah Citra Perempuan Tionghoa telah menyediakan tempat untuk anak-anak menyalurkan potensi mereka di ajang bergengsi seperti ini. Melalui kegiatan ini anak-anak yang punya bakat dan minat dalam dunia hiburan bisa dilatih sehingga setelah kegiatan berakhir mereka bisa jadi sumber daya unggul,” ujar Irene dalam audiensi bersama Peraga Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia menegaskan bahwa Kemenekraf berkomitmen membuka akses bagi individu-individu berbakat agar dapat masuk dan berkembang dalam ekosistem industri kreatif, termasuk hingga menjangkau pasar dan panggung internasional.

Para peserta maupun alumni yang telah melalui proses seleksi dinilai memiliki modal pengalaman dan kemampuan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Menggerakkan Rantai Ekonomi Kreatif

Tidak hanya menjadi ajang penghargaan, Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia juga turut melibatkan berbagai profesi kreatif dalam proses penyelenggaraannya.

Kegiatan yang terbagi dalam kategori anak-anak, remaja, dan dewasa tersebut melibatkan tenaga profesional dari sejumlah subsektor, antara lain fesyen, fotografi, tata rias, penataan rambut, hingga seni pertunjukan.

Keterlibatan berbagai profesi tersebut membuat penyelenggaraan ajang ini turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha dan pekerja di sektor kreatif.

Managing Director Anugerah Citra Perempuan Tionghoa, Nita Kartika, mengatakan kebutuhan tenaga profesional menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Pada pelaksanaannya kami juga banyak menyerap tenaga profesional dari bidang fesyen, seperti MUA, hair stylist, fashion stylist dan masih banyak lagi,” ujar Nita.

Mengapresiasi Kontribusi Perempuan Tionghoa

Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia merupakan ajang penghormatan nasional yang ditujukan kepada perempuan Indonesia keturunan Tionghoa yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain memberikan apresiasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendokumentasikan kiprah perempuan Tionghoa Indonesia sekaligus menghadirkan figur-figur yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Puncak Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kemenekraf berharap penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarsubsektor ekonomi kreatif. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta kreatif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Founder Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia Roy Mahieu dan Humas Anugerah Citra Perempuan Tionghoa Indonesia Herling Tumbel.

Dalam kesempatan itu, Irene Umar didampingi Direktur Fesyen Kemenekraf Iffah Sa’aidah.