(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Golden Swirl Awards 2026, ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada para pelaku industri dessert, pastry, dan bakery di Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 yang berlangsung pada 1–20 September 2026. Tahun ini, JDW melibatkan 35 gerai dessert terkurasi di Jakarta yang menghadirkan beragam kreasi sekaligus memperlihatkan perkembangan wajah industri dessert Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan subsektor kuliner memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian kreatif nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, subsektor kuliner menyumbang 39,68 persen terhadap PDB Ekonomi Kreatif atau sekitar Rp585,92 triliun.
Pada tahun yang sama, subsektor kuliner mencatat pertumbuhan 8,02 persen dan menjadi subsektor dengan kontribusi pertumbuhan PDB ekonomi kreatif tertinggi secara konsisten selama periode 2023–2025.
Menurut Teuku Riefky, perkembangan industri kuliner tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan makanan dan minuman yang berkualitas. Di balik sebuah produk terdapat proses kreatif yang mencakup penciptaan ide, eksperimen, pengembangan, hingga penyempurnaan.
“Di balik setiap cake, pastry, atau dessert selalu ada proses kreatif, yang dimulai dari ide, eksperimen, penyempurnaan, dan dedikasi. Itulah yang membuat sebuah produk memiliki nilai tambah,” ujar Teuku Riefky saat menghadiri Golden Swirl Awards 2026 di Le Chateau Marqen Hotel, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).
Ia menambahkan, pendekatan ekonomi kreatif tidak berhenti pada penciptaan produk. Pelaku industri juga perlu membangun pengalaman, storytelling, dan identitas yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menciptakan keterikatan dengan konsumen.
Dalam penyelenggaraan tahun ketiga ini, Golden Swirl Awards menilai pelaku industri dessert berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari cita rasa, tekstur, estetika penyajian, konsistensi, keragaman produk, pengalaman pelanggan, hingga daya tarik pasar.
Teuku Riefky menilai sistem apresiasi seperti Golden Swirl Awards dapat turut mendorong peningkatan standar kualitas industri kuliner secara berkelanjutan.
“Kementerian Ekraf hadir untuk memperkuat ekosistem sehingga kreativitas dapat tumbuh dan semakin banyak pegiat kuliner yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperkuat jenama, memanfaatkan kekayaan intelektual, dan memperluas pasar. Selamat kepada seluruh penerima Golden Swirl Awards 2026,” katanya.
Mendorong Kreativitas Industri Kuliner
Golden Swirl Awards 2026 diawali dengan pertunjukan tari Banjidor Kahot. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman nominasi dan pemenang berbagai kategori yang turut melibatkan sejumlah influencer kuliner, chef, serta pelaku usaha di bidang dessert.
Proses penjurian dilakukan secara independen oleh sembilan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian Ekraf dan penyelenggara Jakarta Dessert Week terhadap perkembangan industri dessert nasional.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena dari awal mendapat dukungan dari Menteri Ekraf serta Jakarta Dessert Week sebagai IP global pertama yang membawa experience,” ujar Karen.
Butter Baby sendiri meraih penghargaan Doughnut Shop of the Year. Karen mengatakan, meski mereknya baru berusia lebih dari satu tahun, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pihaknya untuk terus menghadirkan produk dan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan.
Sementara itu, Chef Tommaso Gonfiantini dari Osteria Gia menilai industri kuliner Indonesia masih memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Menurutnya, peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui pengembangan bahan baku, pengetahuan, maupun kreativitas.
“Saya berharap akan selalu ada ruang untuk peningkatan, baik dari sisi bahan, pengetahuan, maupun kreativitas karena subsektor kuliner memiliki pasar yang luar biasa,” kata Tommaso.
Ia juga menilai masyarakat Indonesia memiliki antusiasme yang besar terhadap perkembangan kuliner sehingga para pelaku industri perlu terus diberikan ruang untuk menghasilkan karya terbaik.
Salah seorang anggota dewan juri mengatakan, salah satu kategori yang paling menantang dalam proses penilaian adalah Viennoiserie. Tingginya minat masyarakat Jakarta terhadap croissant dan berbagai produk turunannya membuat kategori tersebut memiliki pilihan produk yang sangat beragam.
Keragaman preferensi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi juri untuk menjaga objektivitas dalam menentukan pemenang.
Perwakilan juri sekaligus pengurus Dewan Kuliner Indonesia, Ray Janson, mengatakan perkembangan industri food and beverage memiliki dampak yang luas karena melibatkan banyak mata rantai, mulai dari restoran dan pemasok hingga petani.
“Ekosistem industri food and beverage di Indonesia sangat besar dan berdampak luas, mulai dari restoran, supplier, hingga petani. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempertahankan kekayaan kuliner dan dessert lokal, sembari terus berinovasi agar industri dapat terus berkembang dan berevolusi,” ujar Ray.
15 Kategori Penghargaan
Golden Swirl Awards 2026 memberikan penghargaan dalam 15 kategori kepada pelaku industri kuliner yang dinilai memiliki dedikasi dan inovasi dalam mengembangkan produknya.
Berikut daftar penerima penghargaan Golden Swirl Awards 2026:
- Dessert Experience of the Year: Natsuka Backhaus
- Traditional Indonesian Dessert Shop of the Year: Iki Koue
- Modern Indonesian Dessert Shop of the Year: Lapislapis
- Chocolate Shop of the Year: Criollo
- Doughnut Shop of the Year: Butter Baby
- Ice Cream & Gelato Shop of the Year: Rivareno Gelato
- Viennoiserie Shop of the Year: Knots
- Cookie Shop of the Year: Dough Lab
- Emerging Dessert Shop of the Year: Thank You Tang Yuan
- Tiramisu of the Year: Osteria Gia
- Cake Shop of the Year: FLOR
- Bakery of the Year: Daribu
- Branding of the Year: Baked
- Lifetime Achievement Award: Chef Louis Tanuhadi
- Pastry Chef of the Year: Chef Ardika Dwitama
Dalam acara tersebut, Teuku Riefky turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Kuliner Romi Astuti, serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf.
Hadir pula Co-founder Indonesia Dessert Week Chef Talita Setyadi dan Founder Marqen Hotel Bill Susanto.









