(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (1/10), ditutup kembali melemah, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,48% atau 85 poin ke level Rp 17.945 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.860. Rupiah terpantau menggerus rebound kuat kemarin dari area seminggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.872 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.950, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.945.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, rally ke level 3,5 bulan tertingginya di antara bertahan tingginya yields U.S. Treasury sembari menantikan data NFP akhir minggu.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 101,82, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,46.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi terpantau melemah 61,636 poin (1,02%) ke level 6.009,502, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah mendatarnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir mixed dan agak terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









