Karhutla Terjadi di Bangka Tengah dan Kebumen, BNPB Catat 95 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba

0
102
Karhutla
Lahan seluas 1,5 hektare yang di lalap si jago merah di Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu, 4 Oktober 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dalam periode Minggu hingga Senin, 4–5 Oktober 2026.

Dua kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Sementara itu, BNPB masih melakukan pemantauan terhadap penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Di Bangka Tengah, karhutla terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 12.05 WIB. Kebakaran melanda lahan di Desa Beluluk dan Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, dengan luas mencapai sekitar 1,5 hektare.

Petugas gabungan dari BPBD sejumlah kabupaten dan dinas pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor. Kebakaran pada Minggu (4/10) tersebut menghanguskan sekitar 1 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan petugas gabungan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

95 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba

Selain karhutla, BNPB masih memantau perkembangan penanganan pascagempa bumi berkekuatan M6,1 yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10).

Berdasarkan data BNPB hingga Senin (5/10) pukul 00.15 WIB, sebanyak 95 rumah warga mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, satu rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 82 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum di Sumba Barat Daya. Lima tempat ibadah, tiga fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan dan tiga rumah dinas mengalami rusak ringan. Sementara itu, satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan sedang.

Di Kabupaten Sumba Barat, BNPB mencatat tiga rumah dinas dan dua bangunan koperasi mengalami kerusakan ringan.

Data kerusakan tersebut masih terus diperbarui oleh BPBD di kedua kabupaten seiring dengan proses pendataan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga telah mengaktifkan pos komando sebagai bagian dari respons terhadap kondisi pascagempa. Secara umum, kondisi di wilayah terdampak masih dalam pemantauan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, termasuk karhutla. Pengawasan dan upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Sementara untuk menghadapi risiko gempa bumi, masyarakat diimbau tetap waspada karena waktu dan lokasi gempa tidak dapat diprediksi. Warga yang berada di wilayah terdampak diminta memeriksa kondisi bangunan dan memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum kembali menempatinya.