Barcode Buka Jalan UMKM Masuk Ritel Modern dan Pasar Global

0
56
Peluncuran (Kick Off) Fasilitasi Sertifikasi Barcode bagi UMKM (Foto:Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Memiliki produk berkualitas saja belum cukup bagi UMKM untuk menembus jaringan ritel modern maupun pasar ekspor. Produk juga perlu memenuhi berbagai persyaratan perdagangan, termasuk memiliki identitas produk yang dapat dikenali dalam sistem distribusi. Di sinilah barcode memiliki peran penting.

Barcode memberikan identitas unik pada setiap produk yang dapat dibaca oleh sistem ritel, distributor, maupun mitra perdagangan. Dalam perdagangan internasional, penggunaan barcode yang mengikuti standar global membantu produk lebih mudah diidentifikasi dan dikelola ketika masuk ke rantai pasok, gudang, distribusi, hingga jaringan ritel di negara tujuan.

Karena itu, barcode bukanlah satu-satunya syarat ekspor, tetapi menjadi bagian dari kesiapan UMKM memasuki ekosistem perdagangan modern dan global. Produk yang ingin menembus pasar luar negeri tetap harus memenuhi ketentuan negara tujuan, seperti standar mutu, keamanan produk, label, sertifikasi, serta persyaratan teknis lainnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku UMKM melengkapi produknya dengan barcode sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing. “Barcode menjadi salah satu standar yang mempermudah layanan, penyimpanan, dan distribusi produk, serta bagian dari digitalisasi yang mau tidak mau harus diikuti,” ujar Mendag saat Peluncuran Fasilitasi Sertifikasi Barcode bagi UMKM di Jakarta, Selasa (6/10).

Program Kemendag bersama GS1 Indonesia tersebut memilih 100 UMKM dari tahap kurasi awal. Selanjutnya, 50 UMKM akan memperoleh fasilitasi sertifikasi barcode.

Langkah ini semakin strategis karena akses pasar UMKM terus diperluas. Sepanjang 2025–2026, Kemendag telah memfasilitasi business matching sekitar 932 UMKM dengan peritel modern dan pusat perbelanjaan.

Dengan demikian, kepemilikan barcode dapat menjadi salah satu bekal UMKM untuk naik kelas: dimulai dari memenuhi kebutuhan ritel domestik, memperkuat sistem distribusi dan identitas produk, hingga meningkatkan kesiapan ketika membidik distributor, buyer, dan jaringan ritel di pasar internasional.

Mendag juga mengajak UMKM memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, sebagai momentum memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang pasar mancanegara.