(Vibizmedia – Parapat – Sumut) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengaktifkan Creative Hub Parapat melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik yang berlangsung di Grand Tamaro Sopo Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (27/10). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem industri musik daerah sekaligus mempercepat komersialisasi karya 50 musisi lokal dan komunitas Pondok Kreatif Parapat di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Program AKTIF Musik menghadirkan pembekalan mengenai pengembangan karya, pengelolaan hak cipta, strategi distribusi digital, hingga penguatan kemitraan dengan pelaku industri. Melalui kegiatan ini, Creative Hub Parapat diharapkan berkembang menjadi pusat inkubasi dan ruang pengembangan berkelanjutan bagi talenta kreatif setempat.
Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Selliane Halia Ishak, menjelaskan bahwa program tersebut menitikberatkan pada tiga aspek utama. Ketiganya meliputi identifikasi tantangan dan peluang musik lokal di Simalungun, perluasan distribusi karya melalui platform digital streaming, serta pemanfaatan jaringan radio nasional sebagai media promosi.
“Kita mengajak para peserta berdiskusi untuk berbagi pengalaman dan memanfaatkan kesempatan ini guna memperluas wawasan serta jejaring di industri musik,” ujar Selliane.
Selain sesi diskusi dan pembekalan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pertunjukan musik atau showcase dari sejumlah musisi lokal. Pondok Kreatif Parapat, Benny Tambak & Friends Band, serta Aidokustik Band tampil memperlihatkan karya dan potensi musik yang berkembang di kawasan Danau Toba.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Frengky F. Purba, menyambut baik keterlibatan Kementerian Ekraf dalam pengembangan potensi kreatif daerah. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Simalungun.
Diskusi interaktif dalam kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang industri musik dan penyiaran, yakni Ando P. Sipayung dari Pondok Kreatif Parapat, Jeffry Feriyanto selaku Manager Indie & OTT Music Partnership Commercial Nuon/Langitku, serta Yonas Markus Tuhuleruw, Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan upaya membangun kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, lembaga penyiaran, dan komunitas kreatif. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem musik Parapat yang semakin mandiri, berkelanjutan, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.









