400 Lulusan Sarjana Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan, Bakal Ditempatkan di BUMN

0
69
Sarjana
Sarjana. FOTO: UNIVERSITAS GADJAH MADA

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah menyiapkan 400 lulusan sarjana terpilih melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun 2026. Para peserta akan menjalani pelatihan intensif dan magang sebelum ditempatkan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta berbagai program strategis nasional.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga integritas, empati, dan jiwa kebangsaan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan, sebanyak 400 lulusan sarjana telah terpilih melalui proses seleksi pada angkatan pertama. Pendidikan dan pelatihan peserta diselenggarakan oleh Universitas Republik Indonesia (URI).

“Menyiapkan para lulusan dari sarjana yang memang memiliki kapasitas yang baik, yang dibutuhkan sesuai untuk berbagai program strategis nasional,” ujar Brian kepada awak media, Selasa (3/11/2026).

Para peserta tidak langsung ditempatkan di dunia kerja. Mereka terlebih dahulu menjalani pembekalan intensif untuk memperkuat kemampuan profesional, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan pekerjaan.

Brian menjelaskan, program tersebut mencakup pelatihan selama enam bulan dan dilanjutkan dengan magang selama dua bulan.

“Penyiapan dari 400 orang yang akan nantinya ditempatkan di BUMN dan berbagai program strategis itu dilakukan oleh URI. Nah, ini yang mereka ada training selama enam bulan, kemudian mereka akan ada magang juga selama dua bulan,” jelasnya.

Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan memperoleh bekal yang memadai sebelum memasuki lingkungan kerja dan menjalankan tanggung jawab dalam berbagai program pembangunan.

Dalam pembekalan kepada peserta, Brian mengatakan bahwa penguatan karakter menjadi salah satu perhatian utama. Para calon pemimpin masa depan diharapkan tidak hanya unggul dalam kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kejujuran, empati, dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat.

“Intinya tadi Pak Presiden memberikan pembekalan bagaimana mereka betul-betul siap, betul-betul memiliki integritas yang baik, hati yang baik, kapasitas yang baik, dan juga jiwa kebangsaan, rasa pemahaman yang baik tentang kondisi rakyat Indonesia, kondisi bangsa Indonesia,” ungkap Brian.

Penekanan tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kecakapan profesional dan pembentukan karakter dalam mempersiapkan calon pemimpin.

Para peserta diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat, menjalankan tanggung jawab secara profesional, serta menjunjung tinggi kepentingan bangsa ketika memasuki dunia kerja.

Brian menambahkan, peserta P3MDI diharapkan dapat menunjukkan kinerja optimal dengan tetap menjaga integritas dan tanggung jawab.

“Sehingga mereka ketika nanti bekerja, mereka memiliki performansi yang baik dengan integritas yang tinggi,” katanya.

Melalui perpaduan pendidikan karakter, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta pengalaman praktik di dunia kerja, P3MDI Batch 1 Tahun 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan talenta nasional yang kompeten dan berintegritas.

Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesiapan generasi muda Indonesia dalam mengambil peran strategis di BUMN dan berbagai sektor pembangunan prioritas pemerintah.