(Vibizmedia – Nasional) Pada 14 Agustus 2014 lalu, Pemerintah bersama Bank Indonesia telah mencanangkan gerakan nasional transaksi non tunai. Terhitung 30 Agustus 2016 mendatang, gerbang tol (GT) Senayan akan melayani secara khusus transaksi non tunai (e-toll).
AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru mengatakan bahwa tiga gardu yang terdiri dari 2 reguler dan 1 GTO akan menjadi seluruhnya gardu tol otomatis (GTO).
Sejak tangal 30 Agustus semuanya akan dioperasikan menjadi GTO yang hanya melayani transaksi non tunai (e-Toll) untuk kendaraan kecil serta tidak lagi melayani transaksi tunai dan kendaraan non golongan I (kendaraan besar), ungkap Heru, Kamis (11/8).
Untuk pembayaran transaksi dengan transaksi tunai dapat melalui gerbang tol slipi 1 sebagai alternatif. Untuk meningkatkan pelayanan transaksi pembayaran tol, mempercepat transaksi dan mengurangi antrean di gerbang, GTO di gerbang tol Senayan dioperasikan secara penuh.
Sampai dengan Juni 2016, tingkat pengguna rata-rata kendaraan yang melintasi ruas jalan tol dalam kota dan Prof Dr. Soedijatmo mencapai sebanyak 802.371 kendaraan per hari, pengguna transaksi kartu pembayaran elektronik mencapai sebanyak 260.720 kendaraan dengan prosentase pengguna pembayaran elektronik sebesar 32,45% dan ruas jalan tol Prof Dr.Soedijatmo mencapai 32,61%.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








