(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (2/2), berakhir melemah tipis, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar naik perlahan setelah menanjak di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini ini melemah 0,03% atau 5 poin ke level Rp 16.785 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780. Rupiah terpantau terkoreksi di hari ketiga pada level seminggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.788 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.797, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.785.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa naik perlahan setelah menanjak di sesi global sebelumnya; ditopang rally oleh berita Kevin Warsh sebagai Chairman the Fed nantinya dan bangkit dari posisi oversold dalam sebelumnya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik terbatas ke 97,20, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,15.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi tergerus tajam 442,442 poin (5,31%) ke level 7.887,164, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dipimpin Kospi di antara koreksi tajam harga emas dan perak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan loss oleh investor yang menghindari risiko.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.897 – Rp16.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









